Advertisement

Pura Jagatnatha Padang, Jejak Sejarah Kerukunan dan Pusat Pembinaan Umat Hindu di Sumatera Barat

Padang – Keberagaman masyarakat Sumatera Barat, berdiri sebuah rumah ibadah yang menjadi simbol keberadaan sekaligus pusat pembinaan umat Hindu di Ranah Minang, yakni Pura Jagatnatha Padang.

Berlokasi di kawasan Lanud TNI AU Tabing, Kota Padang, pura ini menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Hindu di Sumatera Barat yang berada di bawah pembinaan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Prov Sumbar Prof.Dr.I Ketut Budaraga, sejarah berdirinya Pura Jagatnatha bermula sekitar tahun 1996, disampaikan pada pembukaan pembinaan oleh Stafsus Jumat 24/07/26 di Wantilan Pura Jagat Natha

Saat itu, umat Hindu di Kota Padang bersama para tokoh masyarakat merintis rencana pembangunan sebuah pura karena belum tersedianya tempat ibadah Hindu yang memadai di Sumatera Barat. Berbagai lokasi disurvei hingga akhirnya dipilih lahan di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Tabing yang disediakan sebagai lokasi pembangunan.

Pembangunan pura dilaksanakan secara bertahap dengan semangat gotong royong umat Hindu, dukungan berbagai elemen masyarakat, serta bantuan dari TNI Angkatan Udara.”Pada tahap awal, bangunan pura masih sangat sederhana dan didominasi penggunaan ornamen kayu. Meski demikian, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan rumah ibadah tersebut” ucapnya.

Pura Jagatnatha Padang kemudian diresmikan pada tahun 1998. Berdasarkan prasasti peresmian, peresmian dilakukan oleh Letkol Chaerudin Ray yang saat itu menjabat sebagai Komandan Lanud Tabing.

Seiring berjalannya waktu, pembangunan Pura Jagatnatha Padang, Jejak Sejarah Kerukunan dan Pusat Pembinaan Umat Hindu di Sumatera Baraterus dilakukan hingga berdirilah kompleks pura seperti yang terlihat saat ini, lengkap dengan bangunan utama tempat persembahyangan, pasraman sebagai pusat pendidikan keagamaan Hindu, serta rumah tinggal bagi Pinandita.

Keberadaan Pura Jagatnatha Padang bukan sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat Hindu di Sumatera Barat. Sejak diresmikan, berbagai kegiatan keagamaan rutin dilaksanakan di pura ini, mulai persembahyangan Purnama, Tilem, Galungan, Kuningan, Saraswati, Siwaratri, Nyepi, hingga berbagai upacara keagamaan Hindu lainnya.

Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan, Pura Jagatnatha juga berperan sebagai tempat pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan bagi umat Hindu, khususnya generasi muda melalui kegiatan pasraman.

Kehadirannya menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ajaran Hindu sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Barat.

Lebih lanjut Ketut Budaraga menyampaikan bahwa lebih dari dua dekade sejak diresmikan, Pura Jagatnatha Padang terus menjadi simbol persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dukungan berbagai pihak dalam proses pembangunannya menjadi bukti bahwa kehidupan masyarakat Sumatera Barat telah lama menjunjung tinggi nilai toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis jauh sebelum konsep moderasi beragama menjadi perhatian nasional.

“terimakasih kami sampaikan pada pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Kanwil Kemenag Sumbar beserta jajaran, yang secara aktif memberikan pembinaan pada kami, tokoh masyarakat, tokoh adat serta masyarakat, sampai hari ini kami hidup rukun dan berdamping, saling menghormati dan menghargai satu sama lain” tutupnya (Eri G)