Advertisement

Memprihatinkan, RA dan Rumah Warga Sungai Sapiah Kerap Terancam Banjir meski Tidak Hujan

Padang — Kondisi lingkungan Raudhatul Athfal (RA) Sungai Sapiah memprihatinkan. Sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak usia dini ini kerap terancam banjir akibat saluran drainase yang diduga tidak berfungsi dengan baik. Bahkan, saat tidak turun hujan sekalipun, air sudah mulai menggenangi pekarangan sekolah.

Pada Selasa (27/10/2026), tidak ada hujan, namun air dilaporkan mulai memasuki pekarangan RA Sungai Sapiah. Apalagi  ketika hujan turun, air sering masuk ke dalam kantor dan ruang kelas (lokal). Begitu juga rumah warga sekitar.

Ketua Yayasan RA Sungai Sapiah, Eri Gusnedi, mengatakan persoalan banjir tersebut bukanlah kejadian baru. Menurutnya, kondisi ini sudah berulang kali dikeluhkan kepada pihak pemerintahan setempat. Namun, hingga saat ini, pihak yayasan dan masyarakat setempat menilai belum ada penanganan nyata yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Persoalan ini sudah sering dikadukan masyarakat kepada pihak pemerintahan setempat. Namun, sampai hari ini belum terlihat penanganan nyata. Kami berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi,” ujar Eri Gusnedi.

Ia menjelaskan, persoalan drainase yang tidak lancar tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi. Rumah warga dan sejumlah lingkungan sekolah di kawasan tersebut juga kerap mengalami kebanjiran.

Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian serius karena menyangkut kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas pendidikan anak-anak. Apabila air sampai masuk ke ruang kelas dan kantor, kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan administrasi sekolah dapat terganggu.

Eri Gusnedi berharap pemerintah setempat bersama instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu upaya yang diharapkan adalah pemeriksaan serta perbaikan saluran drainase agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke kawasan permukiman maupun lingkungan sekolah.

“Kami berharap ada solusi konkret, terutama perbaikan drainase yang tidak lancar. Jangan sampai persoalan ini terus berulang dan baru ditangani setelah terjadi banjir yang lebih besar,” harapnya.

Pihak yayasan berharap keluhan tersebut mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah setempat dan instansi terkait. Penanganan drainase yang tepat diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi lingkungan sekolah, rumah warga, serta mendukung terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak RA Sungai Sapiah.

Menurutnya, belakangan ini pemvelajarn di RA ini tidak jalan, “salah satu penyebab karena lokasi sering banjir, namun kalau drainase ini sudah teratasi kemungkinan warga sekitar kembali bisa mendaftarkan anaknya tahun pelajaran 2027/2028” tutupnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat mengenai rencana penanganan persoalan drainase tersebut. (egn)