Advertisement

Ajarkan Silat Tradisi, Perguruan Binuang Sati dan MIN 6 Kota Padang Bersinergi Lestarikan Budaya Minangkabau

Padang — Perguruan Binuang Sati bersama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Kota Padang menjalin sinergi dalam melestarikan budaya Minangkabau melalui pembinaan ekstrakurikuler seni bela diri silat tradisi.

Kolaborasi ini, sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat pelestarian adat, seni, dan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.

Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat, Eri Gusnedi Pangulu Sutan, menyampaikan apresiasi kepada Kepala MIN 6 Kota Padang Rusmatul Amri, S.Pd., M.Pd atas kepercayaan dan komitmennya menjalin kerja sama dengan Perguruan Binuang Sati dalam membina peserta didik mencintai tradisi Minangkabau dengan mengajarkan murid dengan seni bela diri Silat Tradisi beraliran silek Kumango.

“Sinergi ini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi Ranah Minang yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga bangga terhadap identitas budaya daerahnya. Silat tradisi bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai adab, disiplin, persaudaraan, dan akhlak,” ujar Buya Eri.

Ia menjelaskan, Perguruan Binuang Sati merupakan salah satu perguruan dari 400 perguruan yang berada di bawah naungan Pagar Nusa, Perguruan Binuang Sati mengajarkan silat tradisi dengan aliran Silat Kumango, salah satu aliran silat tertua Minangkabau. Keberadaan perguruan Binuang Sati menjadi bukti bahwa Pagar Nusa terus berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan mewariskan khazanah pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Buya Eri berharap latihan perdana ekstrakurikuler di MIN 6 Kota Padang menjadi awal yang baik bagi lahirnya generasi muda yang mencintai tradisi leluhur Minangkabau, sekaligus mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

“Semoga ikhtiar ini menjadi inspirasi untuk bersama-sama melestarikan budaya Minangkabau. Dengan menanamkan nilai-nilai adat, seni, dan tradisi pada murid-murid sebagai generasi penerus bangsa” tutupnya. (Egn)