Padang — Di tengah semakin tingginya ketergantungan generasi muda terhadap telepon genggam dan media sosial, kegiatan budaya dan olahraga tradisional mulai dilirik sebagai solusi positif membangun karakter anak muda.
Salah satunya hadir dari kegiatan latihan silek di Perguruan Binuang Sati yang dinilai bisa mengurangi kebiasaan remaja bermain HP secara berlebihan.
Perguruan yang aktif melestarikan seni budaya Minangkabau ini tidak hanya mengajarkan ilmu bela diri tradisional, tetapi juga membentuk disiplin, sopan santun, kekompakan, dan rasa hormat kepada guru serta sesama.
Setiap latihan yang dilakukan menjadi ruang berkumpul generasi muda untuk belajar silat dan randai, berinteraksi langsung, dan mempererat silaturahmi.
Tokoh masyarakat setempat Eri Gusnedi Pangulu Sutan menyebutkan, kehadiran kegiatan Perguruan Binuang Sati menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja di kawasan Lubuk Parandaman Balai Gadang, “dengan latihan 3 kali satu Minggu, mulai jam 20.00 Wib s/d jam 22.00 Wib jelas kegiatan main hp berkurang 6 jam satu Minggu dan 24 jam satu bulan” ujarnya.
Dengan rutinitas latihan yang terjadwal, para pemuda memiliki aktivitas yang lebih bermanfaat dibanding menghabiskan waktu berjam-jam bermain game online maupun media sosial.
“Anak-anak sekarang banyak yang sibuk dengan HP. Dengan adanya latihan silek dan kegiatan budaya di Perguruan Binuang Sati, mereka kembali aktif bergerak dan berinteraksi langsung dengan lingkungan,” ujar Eri.
Selain melatih fisik dan mental, kegiatan di perguruan juga dinilai mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya Minangkabau sejak dini.
Gerakan silek yang dipadukan dengan nilai adat dan agama menjadikan para peserta tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki akhlak dan rasa tanggung jawab.
Masyarakat Lubuk Parandaman berharap kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena selain menjaga warisan budaya daerah, juga mampu menjadi benteng sosial bagi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan teknologi yang tidak terkendali, “kami berharap kegiatan ini dapat dipertahankan, mudah-mudahan juga menjadi perhatian pemerintahan dan tokoh adat” tutur Maipal.
Menurut Maipal, “Dengan semangat melestarikan budaya dan membina karakter pemuda, Perguruan Binuang Sati dinilai berpeluang besar menjadi pusat pembinaan budaya sekaligus ikon kampung wisata budaya di kawasan Sungai Bangek Kota Padang” tambahnya.




