Padang – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi yang digelar pada 14 Juni 2026 di Kota Padang telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan, mekanisme, dan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nahdlatul Ulama.
Hal ini, disampaikan Eri Gusnedi sekretaris Karateker PCNU Kota Bukittinggi periode 2026, Selasa 16/06/26, “proses persiapan hingga pelaksanaan konferensi telah melalui tahapan yang semestinya, dan Konfercab ini dilaksanakan sudah atas persetujuan dari PBNU” tegasnya.
Terkait lokasi Konfercab yang dilaksanaan di Hotel UNP By Pass Kota Padang, Eri mejelaskan bahwa dalam ketentuan perkumpulan tidak terdapat pembatasan bahwa Konfercab harus dilaksanakan di wilayah administratif tempat kepengurusan cabang berada. Lokasi pelaksanaan dapat diselenggarakan di tempat mana pun yang dipandang layak dan telah disiapkan oleh panitia untuk mendukung kelancaran kegiatan.
“Yang terpenting adalah pelaksanaan konferensi berjalan sesuai ketentuan, memenuhi unsur kelayakan, serta dapat mengakomodasi seluruh peserta yang memiliki hak dalam konferensi,” jelasnya
Dia menyampaikan, “kita menghargai berbagai masukan dan perhatian yang disampaikan para kader dan warga NU sebagai bentuk kepedulian terhadap organisasi. Sikap kritis dan partisipatif tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi” ujar Eri.
“Terkait pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah siapa pun punya hak yang sama, asal memenuhi persyaratan dan tidak melanggar aturan yang ada” lanjutnya.
Menurut Eri dalam perkum dijelaskan bahwa Rais dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat dengan sistem Ahlul Halli wal‘ Aqdi, sedang Ketua dipilih secara langsung oleh peserta melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Konferensi Cabang dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari Rais terpilih.
“ini telah dilaksanakan, terpilihnya Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bukittinggi periode 2026-2031 berdasarkan musyawarah dan mufakat atau aklamasi, hasil ini tentu harus dihormati semua pihak” ujarnya.
Dengan telah selesainya Konfercab, seluruh pihak diharapkan dapat kembali bersatu, memperkuat ukhuwah nahdliyah, serta bersama-sama mendukung, demi kemaslahatan umat dan kemajuan Nahdlatul Ulama di Kota Bukittinggi.
“Konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang yang menghasilkan keputusan-keputusan organisasi secara kolektif. Karena itu, mari bersama-sama menghormati hasil konferensi dan menjadikannya momentum untuk memperkuat persatuan serta pengabdian kepada jam’iyah dan jamaah,” tutup Eri. (And)




