Padang–Perguruan Binuang Sati lahir dari napas pergerakan nafas Minangkabau di tengah generasi muda: Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah. adat dan agama dua hal yang saling memperkuat dalam tatanan kehidupan di ranah minang.
Hal ini, disampaikan Buya Eri Gusnedi Pangulu Sutan, M.A ketua dewan pendiri Perguruan Binuang Sati Sungai Bangek Kota Padang ketika ditemui di sasaran di RT 01 RW 08 Sungai Bangek, Rabu 13/04/26.
Bukan sekadar sanggar, tapi ruang kaderisasi budaya dan akhlak yang menyinergikan tiga warisan leluhu alam Minangkabau diantaranya :
1. Silat: Mendidik budi dan keberanianSilat diajarkan bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk membentuk anak muda yang kuat jasmani, teguh iman, dan rendah hati. Gerak silat menjadi latihan disiplin, sesuai ajaran _Syarak_ yang menuntut pengendalian diri dan keberanian menegakkan kebenaran.
2. Randai, generasi muda belajar nasehat melalui cerita, lagu, dan gerak bersama. Randai melatih kerja sama, menghafal pepatah, dan memahami nilai-nilai nagari. Di sini adat diajarkan sambil dimainkan, agar tidak hanya dihafal tapi dihayati.
Tujuan lahirnya “Perguruan Binuang Sati lahir, agar generasi muda Minangkabau tidak tercerabut dari akar. Mereka diajarkan bahwa menjadi “urang awak” berarti memahami dua tiang: adat yang tertib dan agama yang lurus.
Ketika adat bersandar pada syarak dan syarak bersandar pada Kitabullah, maka lahirlah generasi yang kuat imannya, kokoh budinya, dan bangga pada budayanya” ujar Buya Eri yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat ini.
Singkatnya, Perguruan Binuang Sati hadir untuk melestarikan tradisi alam Minangkabau dalam gempuran budaya luar, berharap melalui wadah perguruan Binuang Sati yang merupakan bagian dari Pagar Nusa ini bisa turut berperan aktif melestarikan tradisi, bersinergi dengan pemerintah dan tokoh masyarakat membina generasi muda.”Berharap hal positif ini bisa menjadi perhatian semua pihak untuk mensupport baik secara moril maupun materil, agar program ini berjalan lancar dan bertahan secara berkelanjutan” tutup Buya Eri. (And)




