Pemuda Karang Taruna AIA Angek Gunung Omeh gelar “Pentas Sandiwara sejak tahun 1980an”

News

SUMBAR~ RITVone.com– Kemajuan teknologi membuat arus perubahan zaman kian tak terkendali. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengikis keberadaan adat dan budaya, khususnya budaya Minangkabau di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu cara menjaga seni tradisi yang menjadi identitas dan kearifan lokal Minang itu adalah dengan terus menghadirkannya ke tengah masyarakat dalam beragam bentuk.

Seperti Sekelompok Pemuda/i Karang Taruna Bina Remaja Aia Angek yang menyelenggarakan semarak Pentas Sandiwara di Aula SDN 04 Jorong Aia Angek Nagari Koto Tinggi Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (25/4/2023).
Pentas Sandiwara ini merupakan tradisi sekaligus ciri khas Nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota sejak tahun 1980an dan sudah menjadi tradisi turun-temurun sampai saat sekarang ini. Pentas sandiwara ini juga merupakan Drama yang dimainkan anak nagari aia angek koto tinggi gunung omeh di atas pentas sehabis lebaran, dan kegiatan pentas sandiwara ini berlangsung selama 3 (tiga) hari berturut-turut, mulai tanggal 23-25 April 2023 yang setiap malamnya memiliki tema drama yang berbeda yakni Rambun Permato, Puti Manis Talongsong dan Karang Manis, Ujar Zulfebri Selaku Ketua Karang Taruna Bina Remaja Aia Angek.

Zulfebri juga menyatakan Pentas sandiwara tahun 2023 ini merupakan pentas sandiwara yang dinantikan dan diimpikan oleh masyarakat Nagari Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota, terkhususnya masyarakat jorong aia angek, disebabkan pentas sandiwara ini terakhir sekali diselenggarakan tahun 2016, jadi sudah 6 (enam) tahun berturut-turut tidak diselenggarakannya pentas sandiwara tersebut.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh Tokoh Adat Nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh, para perantau yang pulang mudik dan salah satu Kapolsek beserta jajarannya yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota serta seluruh masyarakat Nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pentas Sandiwara ini bertujuan untuk menghibur dan menyambut sekaligus mempererat tali silaturahmi anak nagari dan para perantau, disamping itu acara ini juga menjadi rutinitas setiap 2 (dua) tahun sekali.

Sejak 2016 tidak ada pegelaran acara sandiwara pentas, sekedar menghibur penduduk terutama anak-anak, para pemuda jorong air angek hanya mengadakan acara perlombaan diantaranya panjat pinang, perang bantal, dan lain sebagainya. Pada tahun 2023 karena semangat para pemuda pemudi yang sangat antusias dalam acara pentas sandiwara ini, maka Ketua Karang Taruna Bina Remaja Aia Angek mengadakan rapat bersama pemuda pemudi, niniak mamak dan para senior yang sudah berpengalaman dalam pentas sandiwara tahun-tahun sebelumnya. Walaupun banyak pro dan kontra, namun para pemuda pemudi dengan gigih meyakinkan dan membuktikan bahwa mereka akan membangkitkan kembali cerita rakyat yang sudah lama tak diselenggarakan, ujar Aisyah selaku anak nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.

Acara pentas sandiwara ini dipersiapkan dua setengah bulan sebelum diselenggarakannya pentas sandiwara tersebut, yang mana acara ini melibatkan 50 (lima puluh) orang Panitia dan 30 (tiga puluh) orang aktor drama yang berasal dari anak nagari Aia Angek itu sendiri. Disamping itu, Pentas Sandiwara ini di sutradarai oleh bapak Harnon salah satu perantau dari Dharmasraya, ujar Aldo selaku ketua panitia pentas sandiwara.
Aldo juga menyatakan disamping pertunjukan drama sandiwara ini juga diselingi drama komedi singkat dan beberapa sumbangan lagu dari para perantau dan anak Nagari Aia Angek serta lelang makanan yang telah dipersiapkan oleh ibuk-ibuk PKK nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut.

Dengan berakhirnya semarak pentas sandiwara ini, zulfebri selaku ketua Karang Taruna Bina Remaja Aia Angek mengapresiasi seluruh panitia dan seluruh aktor drama yang sudah bersemangat menyelenggarakan pentas sandiwara ini, dan turut berterimakasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh masyarakat yang telah mensupport dilaksanakannya acara pentas sandiwara yang merupakan ciri khas Nagari Aia Angek itu sendiri dan acara ini diadakan atas sumbangan pemuda/i dan seluruh masyarakat Nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.

Zulfebri selaku Ketua Karang Taruna Bina Remaja AIA angek berharap Bapak Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lima puluh kota bisa ikut serta memeriahkan tradisi kebudayaan pentas sandiwara yang juga merupakan identitas dan kearifan lokal Nagari Aia Angek Koto Tinggi Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. (roni)

Spread the love