Mesjid Baitul Hidayah, Eri Gusnedi: Silek Lahianyo Mencari Kawan, Batinnyo Mencari Tuhan

News Sosial Budaya Sports

Padang — Sebelum Islam Datang, Silat tidak hanya sekedar melumpuhkan lawan tetapi lebih mematikan, sehingga terjadi pertarungan antara pesilat sampai meninggal dunia.

Hal ini, disampaikan Buya Eri Gusnedi Ketua Pengurus Mesjid Baitul Hidayah Sungai Bangek Balai Gadang Koto Tangah, mengutip dari perspektif sejarah menurut Mulyono dan kawan-kawan (2010:10-11) silek sebelum agama Islam masuk ke ranah Minangkabau merupakan bela diri yang tidak hanya sekedar melumpuhkan lawan tetapi lebih mematikan. Maka, jarang diperlihatkan secara umum. Setiap guru silek yang mengajar di tempat umum selalu mendapat lawan dan terjadi pertarungan.

Menurut Buya Eri, dia memakai motto “musuah indak dicari, tibo di-ilak-an”, ujar Buya Eri alumni pesantren Inyiak Candung ini, yang juga diamanahi sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat.

“belajar silat tidak membuat seseorang menjadi sombong, ketika dapat tantangan, tidak serta merta terjadi pertarungan saling memberi serangan terhadap lawan, selagi bisa di-ilak-an bagus di-ilak-an, bukan artinya takut, ini beda” ucap Buya Eri.

Pada dasarnya silek merupakan seni bela diri. Artinya, sifat keampuhannya lebih mengutamakan pertahanan. Pertahanannya ialah tangkap dan elak.Keterampilan bersilek bukan untuk dibanggakan atau disombongkan, sehingga mengundang atau “mencari” musuh. sehingga dalam masa damai, musuh tidak saja tidak boleh dicari tetapi ketika bertemu pun harus dielakkan.

Persoalan ini tidak terlepas dari hal bahwa setiap makhluk hidup dibekali naluri mempertahankan diri dari berbagai ancaman untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Ayam diberi taji, harimau diberi taring dan cakar yang tajam, ular diberi bisa yang mematikan dan manusia diberi akal, “semakin tinggi ilmu seseorang, maka semestinya dia akan semakin penyabar, pakailah ilmu padi, makin ba isi, makin merunduk, artinya tidak sombong dan pongah” ujarnya. “Di zaman modern ini, pengaruh negatif itu semakin banyak, maka perlu diimbangi dengan kegiatan-kegiatan positif, salah satunya itu silat, mudah-mudahan silat yang diberi nama Binuang Sati, memberikan dampak positif di masyarakat, dan tentunya ini tidak terlepas dari support dan dukungan semua pihak” tutup Buya Eri yang juga pengelola yayasan SNU Gemilang ini. (egn)

Spread the love