Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HAMTIPP Support dan Apresiasi Program KOTA Hubbul Wathan

HAMTIPP News

Sumbar — Gerakan Sosial di bidang pendidikan yang dicanangkan KOTA Hubbul Wathan, program yang bagus dibudayakan dan ditradisikan, sehingga terjadi subsidi silang, ini bentuk cinta tanah air dengan memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan anak kurang mampu.

Hal ini disampaikan Buya Zainal Abidin Thaher Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Alumni MTI dan Pondok Pesantren (HAMTIPP) Support dan Apresiasi Program KOTA Hubbul Wathan, “kita sangat mendukung program sosial di bidang pendidikan yang telah dicanangkan KOTA Hubbul Wathan dengan pola orang tua asuh” tuturnya, Rabu 18/10/23.

Lebih lanjut kata Buya Mantan panggilan akrapya, “semoga ini menjadi bagian dari gerakan sosial yang dapat membantu membantu anak-anak kurang mampu” harapnya

Eri Gusnedi koordinator KOTA Hubbul Wathan (Komunitas Orang Tua Asuh Hubbul Wathan) berada di bawah naungan Yayasan SNU Gemilang (Surya NUsantara Gemilang) didirikan 24 Januari 2023 Nomor AHU-0001196.AH.01.04.Tahun 2023. Ini sebuah gerakan masyarakat untuk membantu anak-anak kurang mampu, mulai pendidikan pada usia dini, dan wajib belajar 9 tahun” jelasnya.

Menurutnya, dengan mengumpulkan dan mengintegrasikan sumber yang ada, dapat membantu meringankan biaya pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu, “alhamdulillah sekarang anak asuh sudah berjumlah 28 orang, 17 orang di tingkat Pondok Pesantren MAS Plus Padang, 1 orang tingkat SD dan 10 orang tingkat RA Nabilah Padang, untuk itu, kami mengajak masyarakat yang mampu untuk bergabung di Kota Hubbul Wathan, semoga dana yang disalurkan bisa membantu mereka” harap Eri yang juga aktif di organisasi kemasyarakatan.
Kata Eri, untuk TK/RA biasanya TK identik dengan biaya mahal, sehingga hanya diikuti anak dari keluarga ekonomi menengah ke atas, sedangkan anak dari keluarga tidak mampu kebanyakan memilih menyekolahkan anak tingkat Sekolah Dasar saja, namun dengan hadirnya KOTA Hubbul Wathan, sekarang ada 9 anak kurang mampu di sekolahkan pada usia dini” tuturnya.

“kasihan kita jika mereka tidak melewati bekajar  pada Usia Dini, sehingga ketika belajar ditingkat SD merasa minder dan sering menangis, karena melihat teman-temannya pada umumnya sudah pandai membaca, menulis, berhitung, sedangkan dia baru mau belajar” tambahnya

Dan sering terjadi ketika diberi tugas disekolah, dia selalu pulang terakhir karena belum bisa menulis, membaca dan berhitung, akhirnya si anak tertekan dan tidak mau sekolah lagi.

“kita berharap semoga banyak orang tua, yang mau bergabung di Komunitas Orang Tua Asuh Hubbul Wathan, penyaluran dana bisa via rek Yayasan” harap Eri. (*)