Taman Wisata Equator Bonjol Merupakan Branding Utama Pariwisata Sumbar

Berita Daerah News Wisata

Pasaman (Sumbar) ritvone.com — Guna mewujudkan visi daerah Pasaman Berbudaya dan Pasaman tujuan wisata, Pemerintah Kabupaten Pasaman ditetapkan sebagai branding utama pariwisata Sumbar yaitu objek wisata Tuanku Imam Bonjol dan Taman Wisata Equator.

Bupati Pasaman H. Benny Utama mengatakan kepada media figurnews.com bahwa Kabupaten Pasaman kedepannya akan menjadi pusat pelatihan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Hal ini menjadi bentuk keseriusannya dalam membangun pengembangan wisata di Kabupaten Pasaman.

Kabupaten Pasaman merupakan daerah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten lain baik yang berada dalam lingkup  Sumatera Barat maupun  lainnya.

“Bahkan Kabupaten Pasaman merupakan pintu gerbang bagian utara Sumatera Barat dengan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara,” ungkapnya di kantor Bupati Pasaman, Jl. Jenderal Sudirman, Lubuk Sikaping, Selasa (04/07/2023).

Benny menegaskan bahwa Luas Kabupaten Pasaman adalah 3.947,63 Km2 dengan 12 Kecamatan 62 Nagari. Kabupaten Pasaman merupakan salah satu dari 19 Kabupaten/kota yang terletak di ujung Utara dengan ibu kotanya Lubuk Sikaping.

Kabupaten Pasaman terletak pada posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera Barat dari arah Utara yang dilalui oleh garis khatulistiwa dengan letak geografis : 0055’ LU s/d 0006’ LS, 99045’ BT s/d 100021’ BT dengan ketinggian : 50 M s/d 2.912 M dpl.
Garis Khatulistiwa di Kabupaten Pasaman merupakan anugerah yang tak terhingga, dimana garis khatulistiwa ini hanya ada di Indonesia yakni Pasaman dan Pontianak, dan ini patut kita syukuri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman Ade Harlen S.STP  menyampaikan kepada media ritvone.com bahwa Taman Wisata Equator Bonjol merupakan tanah kelahiran salah satu pahlawan nasional kita yaitu Tuanku Imam Bonjol.

Terdapat bangunan Tugu Equator yang membentuk sebuah bangunan bulat yang mirip dengan globe berwarna biru muda.
Bola dunia yang berukuran kecil dengan dikelilingi tulisan “Equator” dapat kita temui pada saat memasuki kawasan Objek Wisata Equator Bonjol, selain itu dapat juga kita melihat rumah gadang yang merupakan ciri khas Minangkabau di kawasan tersebut serta Museum Tuanku Imam Bonjol yang lokasinya berdekatan dengan Taman Wisata Equator.

“Depan Museum dapat kita lihat Monumen Tuanku Imam Bonjol yang dibangun untuk menghormati perjuangan Tuanku Imam Bonjol dalam mengalahkan penjajah dan penyebaran agama Islam,” tambahnya.

Masyarakat Kabupaten Pasaman terkhususnya masyarakat Bonjol dapat menikmati Fenomena alam yang terjadi dua kali dalam 1 tahun. Peristiwa ini terjadi pada 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada Fenomena alam ini apabila bila berdiri di titik nol derajat maka bayangan kita akan berhimpit dengan badan dan bayangan kita tidak akan terlihat dengan istilah Negeri Tanpa Bayangan.

Selain Equator di Bonjol juga terdapat Benteng Bukik Tak Jadi. Benteng ini berlokasi Kampung Caniago, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Sepanjang jalan menuju lokasi benteng terdapat beberapa makam kuno, salah satunya makam Inyiak Son Sangbulu yang merupakan pengikut Tuanku Imam Bonjol, tambahnya lagi.

Pengembangan industri pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu obyek wisata menjadi menarik dan dapat membuat para pengunjung tertarik untuk mengunjunginya.

“Ada beberapa indikator untuk dapat mencerminkan perkembangan pariwisata di Kabupaten Pasaman diantaranya Wisatawan, Transportasi, Atraksi/obyek wisata, Fasilitas pelayanan, Informasi dan promosi serta Kebersihan Objek Wisata, tutup Ade,” tutup Ade. (E)