Padang — Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi SumaSosialisasilaksanakan Sosialisasi Sistim Aplikasi Penilaian dan Penetapan Angka Kredit (e Dupak), Kamis (23/6) di Kanwil Kemenag Sumbar.

Kegiatan ini dibuka Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, H. Miswan didampingi Subkoordinator Eri Gusnedi yang juga Pranata Humas. Hadir narasumber dari Biro HDI, Romadanyl, Kurniawan,  Handini dan Supriatini.

Dalam laporan ketua panitia Eri Gusnedi menyampaikan bahwa Peserta Sosialisasi e Dupak terdiri dari Pranata Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kanwil Kemenag Sumbar, Jambi dan Bengkulu, dan UPT Asrama Haji. Turut hadir perwakilan dari kontributor humas Madrasah Kemenag Kota Padang.

Miswan yang menjabat Kabag TU ini mengatakan, program Aplikasi e-DUPAK merupakan aplikasi yang berflatform web atau yang biasa dikenal dengan Web Base Application ini dibuat lebih mudah untuk dioperasikan oleh siapa saja (user friendly).

“Penerapan sistem Aplikasi Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Humas (e-DUPAK) ini, berguna sebagai media dalam pengawasan dan pengendalian administrasi Pranata Humas di lingkungan Kementerian Agama,” ungkapnya.

Kabag TU berharap Sistem aplikasi ini dapat meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi fungsional paranata humas dalam penyampaian usul penetapan angka kredit dan mempercepat proses usul DUPAK.

“Kemudahan-kemudahan tersebut membuat mengurangi tindakan menyimpang sehingga tata laksana pemerintahan diterapkan dengan baik (good governance dan good government),” ulas Miswan

Disebutkan Miswan, era digitalisasi memaksa semua orang untuk lebih kreatif menyampaikan pesan-pesan pemerintahan kepada masyrakat. Diantaranya dengan cara out of the box sehingga bisa diterima oleh generasi Z dengan penggunaan media yang luar biasa.

“Untuk itu setiap kita harus mampu membaca situasi dengan cara membuat konten agar pesan-pesan dan program pemerintah yang kadang bermuatan berat namun dapat diterima public dengan cara yang ringan,” tuturnya lagi.

“Hal ini tentu dibutuhkan keterampilan untuk membuat konten seperti public speaking, agar semua hal yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan baik,” tukasnya.

Kegiatan ini memuat materi yang diawali public speaking oleh Kurniawan, Sosialiasi e Dupak dan alur pengajuan Dupak oleh Supriatini dan Handini. Sosialisasi dengan ditutup materi oleh Romadanyl yang mengupas habis tentang butir butir pekerjaan Prahum. (Adn)