Bukittinggi –Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Drs. H. Kasmir, MM, Senin (13/06) Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) yang diadakan Balai Diklat Keagamaan Padang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi bertempat di Aula MAN 2 Bukittinggi. Pelatihan terkait Wawasan Kebangsaan tersebut berlangsung mulai tanggal 14-19 Juni 2021, di ikuti 30 orang peserta yang terdiri dari pejabat eselon IV, Jabatan Fungsional Tertentu (Guru, Penyuluh dan Penghulu), Jabatan Fungsional Umum, Honorer di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan Madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Balai Diklat Keagamaan Padang atas kepercayaannya melaksanakan kegiatan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) terkait Wawasan Kebangsaan bagi ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi agar lebih paham dan mempunyai jiwa pancasilais, dan Bhineka Tunggal Ika, seperti dulu kita mendapatan materi Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

“Terimakasih kepada pihak Balai Diklat Keagamaan Padang yang telah mempercayakan Bukittinggi sebagai tempat pelaksanaan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK). Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar bangsa indonesia lebih maju, makmur dan sejahtera dalam menjalin persatuan dan kesatuan bangsa. Wawasan Kebangsaan adalah suatu kesamaan cara pandang ke dalam dan ke luar dari suatu bangsa mengenai berbagai permasalahan dengan segala dimensinya yang jumlahnya tidak terhingga,” tuturnya.

Selanjutnya Drs, H. Kasmir, MM dalam pelatihan yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Ahmad Gunaryo, M. Soc, Sc 9Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI) tersebut menegaskan bahwa dalam pelaksanannya, wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
“Banyak permasalahan saat ini yang berpotensi merusak Wawasan Kebangsaan kita diantaranya adalah munculnya Paham Radikalisme, Aksi Terorisme, Sikap Intoleransi, Upaya Desintegrasi, Munculnya Separatisme dan Viralnya Informasi Hoax. Tanpa adanya pemahaman Wawasan Kebangsaan maka di kawatirkan hilang jati diri sebagai negara pancasila, menurun rasa cinta tanah air, menurun rasa rela berkorban demi negara, menurunnya pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda Dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya lagi.

Dari Balai Diklat keagamaan Padang diwakili Drs. Khrisfison S. Ip, M. Pd menyampaikan ucapan salam dari kepala Balai Diklat Kegamaan Padang yak tidak bisa hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan serupa serentak dilakukan di tiga lokasi yaitu di IAIN Bukittinggi, Kemenag Bukittinggi dan Kemenag Agam.

“Kita mempunyai tanggung jawab untuk membantu membentuk karakter bangsa, karena Exsistensi sebuah bangsa terletak pada karakternya. Tugas sebagai ASN harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Hasil akhir dari pelaksanaan pelatihan ini diharapkan peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” tutupnya.

Terakhir Kakan kemenag ini meminta para peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya karena materi yang disampaikan sangat penting di pahami dalam menangkal isu-isu yang berkembang saat ini. (Syafrial)