Banjarmasin (PHU Kemenag Kalsel)  –  Pemerintah telah memutuskan untuk kembali membatalkan pelaksanaan keberangkatan jemaah haji tahun 1442 H/ 2021 M. 

Berbagai sikap muncul atas keputusan tersebut,  baik dari calon jemaah haji sendiri maupun dari masyarakat umum. Sebagian  ada yang menerima dengan pasrah, ada juga yang mengaku kecewa terhadap keputusan sebut. Namun banyak juga calon jemaah haji yang menerimanya dengan penuh kesabaran dan ikhlas. 

Gajali salah satunya, warga yang di Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut  mengaku Iklhlas menerima dan memahami atas keputusan pembatalan keberangkatan jemaah haji tersebut. 

“Saya meyakini apa yang sudah ditetapkan  Pemerintah adalah keputusan terbaik dari Allah untuk kami semua,  sebab berhaji itu adalah panggilan Allah, jika belum waktunya untuk berangkat ya tidak akan bisa berangkat, ”  katanya saat di konfirmasi Sabtu (12/06/21).

Gajali mengaku dia mengikuti dan menyaksikan secara langsung saat Menag mengumumkan pembatalan pada 3 Juni yang lalu  melalui link youtube yang dibagikan petugas Kementerian Agama Hulu Sungai Utara di group WA jemaah haji.  

“Dalam pengumuman tersebut menurut saya jelas sekali alasannya, pemerintah melakukan pembatalan adalah ingin melindungi keselamatan jiwa jemaah haji dari pandemi covid 19, selebihnya masalah kesiapan dan ketidakpastian kouta dari Arab Saudi,” katanya. 

Gajali mengakui,  sebelum diputuskan batal berangkat oleh pemerintah secara pribadi dirinya dan isteri sudah siap menerima apapun yang akan menjadi keputusan  pemerintah. Sebab jauh sebelum diumukan dia mengaku sudah menerima sosialisasi dan informasi dari petugas di Kemenag mengenai gambaran atau tatacara berhaji dimasa pandemi jika haji dilaksanakan.

Jemaah haji menurutnya harus masa di karantina dulu dari daearh hingga di arab saudi,  dites PCR berkali kali,  pembatasan jumlah ibadah umrah serta ditiadakannya arbain.  “Jadi seandainya dilaksanakan pun keberangkatan jemaah haji tentu akan berat beribadah dalam keadaan terbatas dan was was,” katanya. 

Gajali selanjutnya menyayangkan dengan adanya pihak lain yang menggunakan momentum tersebut untuk menyebarkan informasi hoaks.  Dia mengaku banyak melihat di media sosial isu isu atau informasi yang menyebar adalah tentang kebatalan haji dikarenakan dana haji yang dipakai  pemerintah sehingga tidak mencukupui untuk biaya memberangkatkan jemaah, dan  ada juga yang bilang uang jemaah dipakai untuk beli vaksin dan lain lain. 

“Secara pribadi saya tidak akan terpengaruh dengan informasi tersebut,  saya meyakini uang setoran dan pelunasan saya masih aman,  oleh karenanya saya tidak akan melakukan pengambilan kembali uang pelunasan yang sudah saya bayarkan, meskipun sudah ada prosedur tata cara permohonan pengambilan kembali uang pelusan tsbt,” katanya. 

Terakhir Gajali berharap agar tahun depan dirinya beserta isteri dan yang lainnya dapat melaksanakan ibadah haji dalam keadaan yang sudah aman dan nyaman.   “Semoga masalah pandemi covid19 ini cepat berakhir,  sehingga tahun depan bisa menunaikan niat yang sudah tertunda dua tahun ini utk pergi berhaji,” pungkasnya

Banjarmasin (PHU Kemenag Kalsel)  –  Pemerintah telah memutuskan untuk kembali membatalkan pelaksanaan keberangkatan jemaah haji tahun 1442 H/ 2021 M. 

Berbagai sikap muncul atas keputusan tersebut,  baik dari calon jemaah haji sendiri maupun dari masyarakat umum. Sebagian  ada yang menerima dengan pasrah, ada juga yang mengaku kecewa terhadap keputusan sebut. Namun banyak juga calon jemaah haji yang menerimanya dengan penuh kesabaran dan ikhlas. 

Gajali salah satunya, warga yang di Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut  mengaku Iklhlas menerima dan memahami atas keputusan pembatalan keberangkatan jemaah haji tersebut. 

“Saya meyakini apa yang sudah ditetapkan  Pemerintah adalah keputusan terbaik dari Allah untuk kami semua,  sebab berhaji itu adalah panggilan Allah, jika belum waktunya untuk berangkat ya tidak akan bisa berangkat, ”  katanya saat di konfirmasi Sabtu (12/06/21).

Gajali mengaku dia mengikuti dan menyaksikan secara langsung saat Menag mengumumkan pembatalan pada 3 Juni yang lalu  melalui link youtube yang dibagikan petugas Kementerian Agama Hulu Sungai Utara di group WA jemaah haji.  

“Dalam pengumuman tersebut menurut saya jelas sekali alasannya, pemerintah melakukan pembatalan adalah ingin melindungi keselamatan jiwa jemaah haji dari pandemi covid 19, selebihnya masalah kesiapan dan ketidakpastian kouta dari Arab Saudi,” katanya. 

Gajali mengakui,  sebelum diputuskan batal berangkat oleh pemerintah secara pribadi dirinya dan isteri sudah siap menerima apapun yang akan menjadi keputusan  pemerintah. Sebab jauh sebelum diumukan dia mengaku sudah menerima sosialisasi dan informasi dari petugas di Kemenag mengenai gambaran atau tatacara berhaji dimasa pandemi jika haji dilaksanakan.

Jemaah haji menurutnya harus masa di karantina dulu dari daearh hingga di arab saudi,  dites PCR berkali kali,  pembatasan jumlah ibadah umrah serta ditiadakannya arbain.  “Jadi seandainya dilaksanakan pun keberangkatan jemaah haji tentu akan berat beribadah dalam keadaan terbatas dan was was,” katanya. 

Gajali selanjutnya menyayangkan dengan adanya pihak lain yang menggunakan momentum tersebut untuk menyebarkan informasi hoaks.  Dia mengaku banyak melihat di media sosial isu isu atau informasi yang menyebar adalah tentang kebatalan haji dikarenakan dana haji yang dipakai  pemerintah sehingga tidak mencukupui untuk biaya memberangkatkan jemaah, dan  ada juga yang bilang uang jemaah dipakai untuk beli vaksin dan lain lain. 

“Secara pribadi saya tidak akan terpengaruh dengan informasi tersebut,  saya meyakini uang setoran dan pelunasan saya masih aman,  oleh karenanya saya tidak akan melakukan pengambilan kembali uang pelunasan yang sudah saya bayarkan, meskipun sudah ada prosedur tata cara permohonan pengambilan kembali uang pelusan tsbt,” katanya. 

Terakhir Gajali berharap agar tahun depan dirinya beserta isteri dan yang lainnya dapat melaksanakan ibadah haji dalam keadaan yang sudah aman dan nyaman.   “Semoga masalah pandemi covid19 ini cepat berakhir,  sehingga tahun depan bisa menunaikan niat yang sudah tertunda dua tahun ini utk pergi berhaji,” pungkasnya

Banjarmasin, ritvone  –  Pemerintah telah memutuskan untuk kembali membatalkan pelaksanaan keberangkatan jemaah haji tahun 1442 H/ 2021 M. 

Berbagai sikap muncul atas keputusan tersebut,  baik dari calon jemaah haji sendiri maupun dari masyarakat umum. Sebagian  ada yang menerima dengan pasrah, ada juga yang mengaku kecewa terhadap keputusan sebut. Namun banyak juga calon jemaah haji yang menerimanya dengan penuh kesabaran dan ikhlas. 

Gajali salah satunya, warga yang di Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut  mengaku Iklhlas menerima dan memahami atas keputusan pembatalan keberangkatan jemaah haji tersebut. 

“Saya meyakini apa yang sudah ditetapkan  Pemerintah adalah keputusan terbaik dari Allah untuk kami semua,  sebab berhaji itu adalah panggilan Allah, jika belum waktunya untuk berangkat ya tidak akan bisa berangkat, ”  katanya saat di konfirmasi Sabtu (12/06/21).

Gajali mengaku dia mengikuti dan menyaksikan secara langsung saat Menag mengumumkan pembatalan pada 3 Juni yang lalu  melalui link youtube yang dibagikan petugas Kementerian Agama Hulu Sungai Utara di group WA jemaah haji.  

“Dalam pengumuman tersebut menurut saya jelas sekali alasannya, pemerintah melakukan pembatalan adalah ingin melindungi keselamatan jiwa jemaah haji dari pandemi covid 19, selebihnya masalah kesiapan dan ketidakpastian kouta dari Arab Saudi,” katanya. 

Gajali mengakui,  sebelum diputuskan batal berangkat oleh pemerintah secara pribadi dirinya dan isteri sudah siap menerima apapun yang akan menjadi keputusan  pemerintah. Sebab jauh sebelum diumukan dia mengaku sudah menerima sosialisasi dan informasi dari petugas di Kemenag mengenai gambaran atau tatacara berhaji dimasa pandemi jika haji dilaksanakan.

Jemaah haji menurutnya harus masa di karantina dulu dari daearh hingga di arab saudi,  dites PCR berkali kali,  pembatasan jumlah ibadah umrah serta ditiadakannya arbain.  “Jadi seandainya dilaksanakan pun keberangkatan jemaah haji tentu akan berat beribadah dalam keadaan terbatas dan was was,” katanya. 

Gajali selanjutnya menyayangkan dengan adanya pihak lain yang menggunakan momentum tersebut untuk menyebarkan informasi hoaks.  Dia mengaku banyak melihat di media sosial isu isu atau informasi yang menyebar adalah tentang kebatalan haji dikarenakan dana haji yang dipakai  pemerintah sehingga tidak mencukupui untuk biaya memberangkatkan jemaah, dan  ada juga yang bilang uang jemaah dipakai untuk beli vaksin dan lain lain. 

“Secara pribadi saya tidak akan terpengaruh dengan informasi tersebut,  saya meyakini uang setoran dan pelunasan saya masih aman,  oleh karenanya saya tidak akan melakukan pengambilan kembali uang pelunasan yang sudah saya bayarkan, meskipun sudah ada prosedur tata cara permohonan pengambilan kembali uang pelusan tsbt,” katanya. 

Terakhir Gajali berharap agar tahun depan dirinya beserta isteri dan yang lainnya dapat melaksanakan ibadah haji dalam keadaan yang sudah aman dan nyaman.   “Semoga masalah pandemi covid19 ini cepat berakhir,  sehingga tahun depan bisa menunaikan niat yang sudah tertunda dua tahun ini utk pergi berhaji,” pungkasnya. (Rajudin/Eg)