Sumbar, Ritvone.com – Hampir dua bulan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Barat melaksanakan Working From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Namun kegiatan layanan dan kinerja ASN tetap berjalan sebagai mana mestinya. Setiap hari ASN wajib melaporkan capaian kinerjanya kepada atasan langsung.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri, tak henti-henti mengingatkan jajarannya untuk mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah terutama PSBB. Hal ini mengingat Sumbar telah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sejak April lalu.

“Jika tidak ada keperluan mendesak, jangan keluar rumah. Hindari kerumunan, patuhi pysical distancing (jaga jarak),” kata Hendri seperti dalam rilis yang diterima Kamis (7/5).

Hal ini disampaikan H. Hendri dalam rapat terbatas pembahasan revisi anggaran pencegahan covid-19, Selasa (5/5) di ruang kerjanya. Revisi anggaran ini merujuk kepada edaran yang dikeluarkan Kementerian Keuangan RI. Rapat dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, H. Irwan, kepala bidang, Pembimas dan Kasubbag dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hendri sendiri ikut gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sosialisasi ini disampaikan melalui Penyuluh, KUA dan penghulu.

“Kita juga intens melaksanakan sosialisasi SE Menag RI tentang panduan Ramadan dari mesjid dan mushalla dialihkan ke rumah. Karena masih ada masyarakat yang bersikukuh untuk berjemaah di mesjid. Ini perlu diberi pengertian yang baik, jika sudah terdampak sulit diobati. Bahayanya lebih besar dari sekedar hanya mengambil fadhilahnya atau sekedar mengambil keutaamannya,” tambahnya.

Hendri mengajak masyarakat untuk menjaga lima “i”, untuk selamat dari Covid-19. Pertama jaga Iman. Tidak ada yang bisa menjauhkan dan melindungi selain Allah SWT. Apa yang terjadi hari ini atas izin Allah. Tidak ada musibah yang terjadi kecuali atas izin Allah.

Kedua, jaga Ibadah. Bagaimana masyarakat kita diajak untuk tetap beribadah di rumah saja yang nilainya tidak kalah dari beribadah di mesjid. Bagaimana masyarakat memperbanyak ibadah tarwih, tahajjud, dhuha dan tadarus. Jajaran Kanwil juga menargetkan khatam untuk tahun ini sebanyak 2.574 kali khatam selama bulan Ramadan 1441 H.

“Kita sudah melaksanakan program tadarus secara online. Sehingga dengan memperbanyak membaca Alquran bersama ini bagian juga dari menolak bala, menolak wabah yang sangat menerikan ini,” ungkapnya.

Ketiga, jaga Infak. Salah satu perbuatan baik yang bisa menolak bala adalah sedekah.

“Kita ajak masyarakat untuk memperbanyak sedekah sebagai bentuk peduli dengan masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Banyak yang tidak dapat pekerjan dan bahkan putus pekerjaan,” ujarnya.

Keempat jaga imun, jaga kesehatan. “Saya minta bapak ibu merevisi anggaran untuk pencegahan Covid-19. Kita merujuk kepada edaran Kementerian Keuangan. Sebagai upaya menjaga imun ASN dan memberikan alat kesehatan untuk rumah sakit berupa masker dan APD untuk tim medis,” harapnya.

Kelima, jaga interaksi atau jaga jarak. Kalaupun ada rapat kecil-kecilan jaga kerumunan dan jaga jarak. Hal ini bisa memutus dan mengenyahkan virus corona ini dari bumi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Kakanwil berharap dengan diterapkannya Lima ‘I’, masyarakat bisa terhindar dari serangan wabah covid -19 yang sudah meresahkan masyarakat Sumatra Barat maupun dunia. (*)