Payakumbuh — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh menyumbangkan 290 paket sembako kepada warga yang terdampak oleh wabah Covid-19, Senin dan Selasa (04-05/02/2020). Paket sembako itu berisi 10 kg beras, 30 butir telur dan 2 kg minyak goreng.

Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Drs. H. Ramza Husmen, M.Pd mengatakan penerima bantuan meliputi para mubaligh, penyuluh, pegawai honerer dan warga lainnya yang terdampak ekonominya oleh wabah virus corona.

Pendistribusian dilaksanakan selama dua hari pada 17 titik, meliputi Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah di wilayah Kota Payakumbuh. Ditetapkannya jadwal pendistribusian selama dua hari dan pada 17 titik dengan tujuan agar tidak terjadi kerumunan para penerima bantuan, mengacu kepada SOP yang diatur dalam PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Kemenag Ramza Husmen, dana pengadaan bantuan paket sembako ini berasal dari sumbangan atau infak para pegawai di lingkungan Kemenag Kota Payakumbuh. “Sumbangan dan infak ini bersifat sukarela, dengan kesadaran tidak ada paksaan sama sekali,” kata Ramza Husmen didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Kemenag Kota Payakumbuh pada sela-sela persiapan pendistribusian bantuan di Aula Kemenag Kota Payakumbuh.

Ramza Husmen dan keluarga besar Kemenag Kota Payakumbuh merasa sangat prihatin dan berempati terhadap mubaligh, pegawai honerer, penyuluh dan warga yang terdampak ekonominya oleh virus corona yang melanda dunia, termasuk Kota Payakumbuh.
“Semoga bantuan yang kita berikan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak Covid-19,” kata Ramza Husmen menandaskan.

Kabag kesra Ul Fakhri , mewakili pemda, memberi apresiaai dan merasa disambut dengan hangat di Kemenag. “Semoga keikhlasan para ASN kemenag ini diberi pahala dan diberkahi Allah yg mahakuasa. Karena sedih berbagi dangan komponen masyarakat seperti mubaligh, penyuluh agama yg terdampak pandemi. Hal ini membuktikan koordinasi pemda dan kemenag sangat solid dan begitu juga hubungan kita semua dengan ormas Keagamaan” tutur Fakhri.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Buya Mismardi merasakan sinergisitas MUI dan Kemenag rerwujud begitu cepat dimulai dari sama-sama tampil di Arau FM mensosialisasikan maklumat MUI dan SE Walikota paykumbuh yang didasarkan kepada SE menag no 6 tahun 2020 pedoman Ibadah ramadhan dan idul fitri. “Semoga ini menujukkan kerjasama yang solid untuk pembangunan bidang agama serta edukasi masyarakat dalam melawan virus covid one nine” ujar Mismardi.