Oleh Prof.Dr.H.Salmadanis, M.A

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wahai Pencinta KAJIAN ISLAM dan JAMAAH MAJLIS TA’LIM di mana saja berada.
Dalam beberapa tulisan kedepan kita akan memaparkan KAJIAN ISLAM terkait bagaimana KESABARAN kita menyikapi wabah COVID-19 yang saat ini sedang melanda kehidupan manusia dari berbagai aspek di dunia termasuk negara kita Indonesia tercinta.

                   S A B A R L A H
  1. CARA MENINGKATKAN KESABARAN

Semenjak bulan Nopember 2019 sampai sekarang dunia dilanda oleh musibah wabah Covid-19. Berbagai himbauan baik oleh pemerintah maupun ulama, terkesan masih belum menyeluruh tumbuh kesadaran masyarakat untuk sabar lebih memilih tinggal dirumah, jika keluar rumah pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain sebagainya. Kenapa belum ada kesadaran??. Jawabnya adalah karena mereka belum memahami agama Islam secara utuh.

Untuk itu Islam sebagai agama solutif bahwa setiap ada kekurangan ada cara untuk meningkatkannya. Dalam hal ini kesabaran juga begitu. Ketika kesabaran menurun, maka ada beberapa cara untuk meningkatkannya yaitu sebagai berikut :

1.Niatkan Segala Sesuatunya Karena Allah Swt.

Salah satu Cara Meningkatkan Kesabaran adalah dengan meluruskan niat. Dari Umar Ra, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Segala sesuatu hendaklah diniatkan karena Allah SWT. Sesungguhnya sesuatu yang diniatkan karena Allah akan mendapat ridha dari-Nya. Dan keridhaan dari Allah akan menimbulkan kesabaran. Kenapa tidak sabar atas anjuran pemerintah dan ulama? Ya keikhlasannya belum tulus.

2. Puasa Sunnah

Esensi dari berpuasa adalah menahan berbagai macam hawa nafsu. Seperti lapar, emosi, dan syahwat. Kalau kita kaitkan dengan wabah Covid-19 adalah menahan diri dari menular dan tertular dari kita kepada orang lain dan sebaliknya. Oleh itu berpuasa juga dapat disamakan dengan berlatih untuk memerangi hawa nafsu tersebut. Dengan begitu, puasa dapat menigkatkan kesabaran.

3.Membaca Al Qur’an

Al Qur’an merupakan pedoman bagi umat Islam. Di dalamnya banyak terkandung pelajaran-pelajaran hidup yang berharga yang akan menuntun kita kepada kebaikan. Sebagaimana Fungsi Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca Al Qur’an dan mengamalkannya dapat membuat hidup menjadi lebih baik dalam menghadapi Covid19 yang terjadi saat ini. Sehingga kesabaran akan muncul dan tumbuh di dalam diri.

4. Berdzikir

Amalan berdzikir yang dapat kita lakukan sangat lah banyak, seperti Amalan Dzikir Pembuka Rezeki, dzikir sebelum tidur, dan sebagainya. Selain bentuk-bentuk dzikir sederhana yang dapat kita lakukan, bedzikir juga dapat membuat hati tenang dan kesabaran akan meningkat.

5. Berlatih untuk Bersabar

Melatih kesabaran secara terus menerus akan dapat meningkatkan kesabaran utama. Lebih dari itu, kesabaran yang dilatih secara terus menerus dapat menjadi kebiasaan. Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“… barang siapa yang menyabar-nyabarkan diri (berusaha bersabar), maka Allah akan menjadikannya orang yang sabar…” (HR. Bukhari)

6. Berpikir Positif

Pikiran yang positif akan sangat berpengaruh terhadap perilaku di kehidupan sehari-hari. Kesuksesan, keberhasilan, ketenangan hati, dan kesabaran juga didapat dari pikiran yang positif. Pikiran yang positif juga akan selalu menimbulkan sikap optimis. Sikap optimis akan membuat perasaan putus asa sulit untuk mucul. Dengan begitu, kesabaran akan meningkat.

7. Mengatur Emosi

Biasanya ketidaksabaran muncul karena emosi yang tidak baik, seperti marah, kesal, dan putus asa. Apabila kita dapat mengontrol emosi dengan baik, maka kesabaran pun akan tetap terjaga. Jadi sabar itu adalah mengatur emosi dengan teratur

8.Berlaku Ikhlas

Sikap ikhlas membuat kita lebih terbuka dalam menghadapai setiap permasalahan. Dengan hati yang tenang dan hanya mengharap ridha dari Allah akan membuat kesabaran semakin meningkat.

9. Membaca Kisah Para Nabi dan Sahabat

Para Nabi merupakan manusia pilihan Allah yang memiliki tingkat kesabaran yang baik. Bahkan ada beberapa Nabi yang mendapatkan gelar “Ulul Azmi” yang artinya memiliki kesabaran yang luar biasa.
Adapun nabi-nabi yang mendapat gelar tersebut adalah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad Saw. Hal ini bukan menandakan bahwa selain nabi-nabi di atas tidak memiliki sifat sabar. Akan tetapi, gelar tersebut diperuntukkan bagi beliau-beliau yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa berdasarkan dari kisah-kisahnya.
Begitupun dengan para sahabat Nabi Muhammad Saw. Mereka adalah orang-orang yang kesalehannya sudah terbukti dan menjadi pendamping bagi Nabi dalam menyiarkan agama islam. Mereka juga merupakan orang-orang yang sabar. Dengan membaca kisah-kisah Nabi dan para sahabat akan memotivasi kita untuk lebih bersabar dalam menghadapi apapun.


Wahai sahabat-sahabat dan kaum muslimin, hadapilah kehidupan ini dengan SABAR KARENA ALLAH MENCINTAI ORANG YANG SABAR DAN ALLAH BERSAMANYA

DARI SALMADANIS PUSAT DAKWAH DAN STUDI ISLAM DAN SERTA MAJLIS TA’LIM SUMBAR.
15