SIJUNJUNG — Penangkapan Sudarto oleh Ditkrimsus Polda Sumbar yang merupakan salah satu aktivis terkait isu larangan perayaan Natal di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya mendapatkan apresiasi dari Bupati Sijunjung Drs. H.Yuswir Arifin Dt Indo Marajo,MM dan tokoh masyarakat (Tomas) Sijunjung.

” Kita memberikan apresiasi atas keseriusan dan kerja keras jajaran Polda Sumbar dalam mengungkap kasus penyebar isu larangan perayaan Natal di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya yang menyebabkan serta membuat orang menjadi resah dan gaduh. Padahal sejak dulu hingga kini masyarakat Sijunjung selalu hidup rukun dan damai serta saling menghargai anatar sesama umat beragama,” kata Bupati kepada awak media, Rabu (8/1).

Pihaknya berharap agar oknum tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah memecah persatuan dan kesatuan umat beragama sesuai dengan hukum yang berlaku agar ada efek jera supaya tidak terulang lagi kejadian serupa.

” Atas nama Pemkab dan masyarakat Sijunjung kami berikan apresiasi dan ucapan terimakasih pada jajaran Kepolisian khususnya Polda Sumbar yang telah berhasil mengungkap kasus penyebaran isu larangan perayaan Natal yang dilakukan oleh oknum tersebut,”tambah bupati.

Hal yang sama juga disampaikan 11 orang walinagari dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kamang Baru. “Kami atas nama walinagari di 11 nagari dan tokoh masyarakat serta ninik mamak di Kecamatan Kamang Baru juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumbar dan jajarannya yang telah berhasil menangkap pelaku penyebar isu larangan perayaan Natal itu,”kata Walinagari Kunpar Syahbuddin Dt Dinaro (Dt Abu).

Menurutnya, dengan terungkap dan tertangkapnya pelaku penyebar isu larangan perayaan Natal tersebut, menunjukan bahwa selaku masyarakat Kabupaten Sijunjung pihaknya selalu menjunjung tinggi serta menjaga kerukunan umat beragama. ” Untuk itu kami minta agar pelaku ditindak tegas,”ucap Dt Abu yang juga pemilik Wahana Wisata Telabang Sakti Kamang Baru.

Sumber: harianhaluan.com