PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Sumatera Barat mencatat, hujan deras dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumbar. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menetapkan waktu siaga bencana selama empat bulan ke depan.

Rapat Siaga Bencana Terkait Antisipasi Tingginya Tingkat Curah Hujan di Sumbar yang dilaksanakan Ruang Rapat Istana Gubernuran, Jum’at (20/12/2019) yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, pihak terkait perlu menyusun strategi untuk mengantisipasi tingginya tingkat curah hujan di Sumbar. Menyusul banyaknya bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumbar.

“Bencana Banjir Bandang sebenarnya bisa kita hindari , asalkan air sungai di hulu tidak terhalang oleh material, seperti kayu dan bebatuan. Ini yang harus kita antisipasi agar tidak terjadi korban,” ujar Nasrul Abit.

Selain itu Nasrul Abit menyampaikan, akan ada kunjungan kerja kepala BNPB pusat bersama kepala BMKG pusat ke Sumatera Barat pada Senin, 23 Desember 2019 nantinya, diminta pada semua Instansi terkait dapat menyiapkan laporan menyangkut kesiapan dalam menghadapi bencana di Sumbar.

Kedatangan mereka dalam rangka mensosialisasikan persiapan Sumbar terhadap bencana, baik banjir maupun tanah longsor.

“Saya minta aparat hukum bisa mengusut tuntas penyebab utama daripada bencana. Apakah karena illegal logging atau illeggal mining,” kata Nasrul Abit.

Apabila terbukti melakukan penambangan liar, maka perlu dilakukan penindakan, penangkapan dan minta pertanggung jawabannya.

“Jangan datang, bila ada bencana hanya memberikan bantuan makanan saja, mereka harus bertanggungjawab kejadian banjir bandang akibat penyumbatan di hulu sungai,” sebutnya.

Nasrul Abit mengimbau semua dinas instansi teknis yang menangani pasca bencana untuk saling bekerja sama dan berkoordinasi

Masalah jembatan yang putus, jalan yang rusak harus segera diperbaiki, jangan sampai ada kendala, karena bisa menghambat jalur bantuan atau jalan penghubung antar desa. Sungai hulu yang tersumbat harus dibersihkan, jangan ada yang menumpuk material. Segera diselesaikan segera, tidak hanya satu lokasi saja tapi harus semuannya,” tegas Nasrul Abit.

“Semua itu skala prioritas dalam pasca bencana, harus sudah diperbaiki. Walaupun sedikit, tapi yang prioritas diperbaiki,” tambahnya

Selanjutnya Wagub Sumbar minta masyarakat selalu waspada segala kemungkinan terjadi bencana.

Sementara itu Kepala Pelaksana Erman Rahman menurutnya meningkatnya curah hujan terhitun perhitungannya mulai tanggal 20 Desember 2019 hingga April 2020.

“Melihat perkembangan sejak November hingga Desember juga setelah mendapat informasi dari BMKG empat bulan ke depan Sumbar harus siaga. Mulai hari ini kita menetapkan Sumbar siaga bencana,” kata Kepala Pelaksana Erman Rahman, Jumat (20/12/2019).

Erman Rahman menambahkan, pada masa siaga bencana BPBD akan membentuk posko bencana tingkat provinsi. Ada tujuh daerah yang akan penanganan darurat bencana banjir, seperti Kabupaten Limapuluh Kota, Solok Selatan, Dharmasraya, Padang Pariaman, Agam, Pasaman dan Pasaman Barat.

Dia mengatakan, hujan lebat berdurasi lama berpotensi memicu banjir dan longsor di lokasi-lokasi rawan bencana khususnya

“Masyarakat diharapkan juga selalu waspada dengan memperhatikan update info cuaca dari BMKG BIM atau pun peringatan dini cuaca ekstrem,” sebutnya. (nov)