Pasaman,ritvone.com – Murah bukan berarti murahan. Kalimat di atas menggambarkan suasana Wisata Ikan Larangan Belakang Gelora di Lubuk Sikaping, Sabtu (15/12/2019).

Setiap sore hari apalagi hari Sabtu dan Minggu, Wisata Ikan Larangan Belakang Gelora yang dikelola Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Family Nagari Persiapan Tanjung Beringin Utara selalu penuh dibanjiri pengunjung khususnya pengunjung lokal.

Hasdika Weldi, Ketua Pokmaswas Family mengatakan Wisata Ikan Larangan Belakang Gelora ini sebagai lokasi wisata alternatif bagi masyarakat Lubuk Sikaping.

“Selama ini masyarakat taunya wisata di Lubuk Sikaping adalah Puncak Tonang, nah untuk itu kami memberikan wisata alternatif dan saat ini selain dapat melihat ikan yang air di kolam yang sangat jernih juga ada permainan mobil-mobilan dan belajar mewarnai bagi anak-anak para pengunjung” ujar Hasdika Weldi yang akrab disapa Wel Lubis.

Lebih lanjut Wel Lubis mengatakan Wisata Ikan Larangan Belakang Gelora dikelola bersama masyarakat sekitar dengan bersubsidi untuk membeli pakan ikan atau pelet untuk makanan ikan di beberapa kolam. Bahkan saat ini masyarakat bergotong royong untuk pengembangan wisata dan memperindah lokasi wisata sehingga para pengunjung merasa betah.

Salah seorang pengunjung, Mia Sagita yang khusus datang dari Kumpulan Kecamatan Bonjol, Kab. Pasaman datang membawa anaknya mengatakan sengaja datang untuk melihat wisata ikan larangan belakang gelora yang sedang viral di berbagai media termasuk YouTube.
“Apa yang diberitakan di berbagai media memang kenyataan karena anak-anak tampak antusias dan bergembira melihat ikan berseliweran di air yang sangat jernih, selain itu juga disediakan berbagai permainan” ujar Mia Sagita yang sering disapa Gita Barbie.

“Perkembangan lokasi wisata ini memang berjalan lamban karena dikelola dengan cara subsidi dan bergotong royong. Pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya serupiahpun karena tujuan kami membuat wisata alternatif ini untuk masyarakat juga” pungkas Wel Lubis. (Mad)