Jakarta – Republika sebuah koran nasional yang terbit perdana 4 Januari 1993, penerbitan tersebut merupakan puncak dari upaya panjang kalangan umat Islam, khususnya para wartawan profesional muda yang dipimpin oleh eks wartawan Tempo, Zaim Uchrowi yang telah menempuh berbagai langkah. Kehadiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang saat itu diketuai BJ Habibie dapat menembus pembatasan ketat pemerintah untuk izin penerbitan pertama kalinya.

Di bawah bendera Mahaka Media, juga menerbitkan Majalah Golf Digest Indonesia, Majalah Parents Indonesia, stasiun radio Jak FM, Gen FM, Delta FM, FeMale Radio, Prambors, Jak tv, dan Alif TV. Direktur utama Republika saat ini adalah Erick Thohir yang juga merupakan ketua umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) periode 2010 – 2013.

Disela kesibukan Eri Gusnedi Sekretaris Forum Eksekutif Media (FEM) menyempatkan diri bersilaturrahmi ke Kantor PT Republika Media Mandiri Jl. Warung Buncit Raya No.37, RT.1/RW.7, Pejaten Bar, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang disambut oleh Kepala Bagian Sirkulasi H.Sigit Arifin dan account Manager Maqbul Sidiq, Kamis (14/11/19).

Cenderamata dari PT. Republika diserahkan Waktu Kunjungan Sekretaris FEM Eri Gusnedi, Kamis (15/11/19)

Eri yang juga owner ritvone.com yang aktif melakukan Pembina pada generasi millennial dalam bentuk pelatihan jurnalistik berbasis digital merasa senang dengan layanan pihak republika kunjungan pertama kalinya dalam bentuk silaturrahmi “Alhamdulillah saya mendapatkan pelayanan, ilmu dan pengalaman yang sangat luar biasa dari Mas Sidiq dan Mas Sigit” ujarnya.


Di Kantor Republika Jakarta Selatan, Kamis (15/12/19)

Bercerita panjang lebar dunia pers, diakhir pertemuan PT Republika diwakili Maqbul Sidiq menyerahkan cendramata bentuk jalinan silaturrahmi yang memberi kesan dan makna, beberapa buku terbitan Republika, “Berguru News Anchor pada Najwa Shihab” penulis Brillianto K.Jaya, “Cinta Suci Zahrana” karangan Habiburrahman El Shirazy, buku “Almas Sufeeya Seruni” penulis Almas Sufeeya, dan buku “Kisah-kisah Nasruddin Hoja” karangan Cengiz Demir.

AM Lolo Pemred Wartakencana media cetak asal Sulawesi Timur, President Directur PT. Lolo Tunggal Sejahtera, Kamis (14/11/19) di Semanggi Jakarta Selatan

Rabu (13/11/19) Eri juga bertemu dan diskusi  dengan AM Lolo Pemred Wartakencana media cetak asal Sulawesi Timur yang mulai eksis ditahun 1994, di Semanggi kawasan dekat Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan yang sekarang menjabat  President Directur PT. Lolo Tunggal Sejahtera. Komisaris Utama PT. Celebes Capital Corporation Jakarta – Sulawesi, “sekarang banyak wartawan namun sedikit jurnalis” ungkapnya bentuk keprihatinan melihat fenomena mengaku wartawan dengan bekal Id Card dari perusahaan pers namun tidak menulis, atau jarang menulis, “banyak orang bisa jadi wartawan namun sangat sedikit bisa menjadi jurnalis” tambahnya.

Dengan penyerahan cendramata berupa buku dari PT Republika kepada Eri Gusnedi yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Alumni MTI dan Pondok Pesantren (HAMTIPP) menyampaikan pesan agar rajin menulis dan membaca “saya coba menghubungkan pertemuan dengan insan pers dihari yang berbeda, terselip makna yang luar biasa, pertama pertemuan dengan pemred Wartakecana President Directur PT.Lolo, memotivasi agar jadi jurnalis artinya meningkatkan kemampuan menulis, kedua hasil silaturrahmi di PT Republika diberi cendramata beberapa hasil karya jurnalis, yang sudah menjadi buku, ini rahasia ilahi untuk diambil makna dan pesan dalamnya” ujar Eri.

Eri sebagai owner ritvone.com sebuah media cyber/online memprogramkan di perusahannya PT.Media Nusantara Cahaya Baru mulai dari tahun 2015 pengkaderan dengan melaksanakan minimal satu kali dalam satu tahun pelatihan jurnalistik, sehingga untuk tahun ini sudah terlaksana 5 angkatan, “ritvone disamping menjadi media yang bergerak dipemberitaan juga pengkaderan dalam rangka meningkatkan dan memotivasi generasi millennial untuk menulis, jangan hanya menikmati postingan orang lain di era digital, namun jadilah generasi muda yang aktif menulis” tambah Eri.