MAKASSAR – H.Hendri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat  hadiri pembukaan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas PAI) tingkat Nasional di Makasaar yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudini, Kamis (10/10/19) tepatnya di Aula Asrama Haji Sudian Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.

Tampak hadir beserta Kakanwil Hj. Bahirni Hendri Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat, Plt. Kepala Bidang Pendidikan  Agama dan Keagamaan Islam H.Armadi, dan beberapa orang Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota, pendamping dan peserta lomba asal Sumatera Barat.

Menteri Agama dalam sambutannya menegaskan bahwa tidak benar Pendidikan Agama di Sekolah akan di hapus  “Even nasional ini sekaligus menepis bahwa mata pelajaran agama itu akan dihapus seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu. Pemerintah tidak akan pernah menghilangkan PAI dari sekolah. Bahkan sebaliknya, kami ingin eksistensi PAI di sekolah semakin diperkuat,” tegas Lukman.

Menurut Menag, pendidikan agama merupakan salah satu sumber pengetahuan yang dapat membentuk jati diri anak bangsa. Penguatan PAI dan kurikulum juga sebagai dorongan tersistematis dalam menangkal paham-paham intoleran yang saat ini diketahui sudah merambah dunia pendidikan.

“Oleh karena itu, Pentas PAI dapat menumbuhkembangkan keterampilan generasi milenial abad 21. Kita perlu mendorong mereka menjadi anak-anak yang berjiwa sportif, kreatif, komunikatif, kritis, dan berkepribadian tangguh,” tuturnya.

Dengan adanya daya kritis dan memiliki sportivitas, lanjut Menag, merupakan ciri yang mendukung pola pikir dan kepribadian moderat. “Moderat dalam artian kemampuan menimbang secara proporsional, berprinsip keadilan dan keberimbangan sikap dan perilaku dalam memahami agama dan fenomena kehidupan yang beragam,” ulasnya.

Menag Lukman juga memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program Kementerian Agama yang bertujuan untuk membentuk moderasi beragama di Indonesia. Tema Pentas PAI IX “Keberagaman Generasi Milenial yang Moderat”, sangat relevan dengan perkembangan zaman. Moderasi beragama adalah upaya kita untuk senantiasa adil, di tengah-tengah dan tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan ajaran agama. Moderasi beragama merupakan muara kebijakan Kementerian Agama,” ujarnya.

Selesai rangkaian kegiatan pembukaan, H.Hendri beserta rombongan mengujungi kontingen asal Sumatera Barat, sekaligus memberikan motivasi dan berpesan agar tetap menjaga spritualitas, kesehatan, kekompakan dan tetap semangat, “saya berharap peserta menjaga spritualitas kepada Allah, jaga kesehatan, kerahkan potensi dan kopetensi yang ada mengadapi kompetisi ini, dan jangan lupa tetap jaga nama baik Sumatera Barat yang berfalsafahkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kita Bullah” harap H.Hendri. Lebih lanjut H.Hendri juga menyampaikan agar pendamping selalu mendampingi peserta serta memberikan motivasi, “pendamping perhatikan dan dampingi anak-anak kita selama menjalani kompetisi ini, semoga membawa prestasi dan mengharumkan nama Sumatera Barat” tutupnya. (egn)