Ritvone.com, Pontianak — Setelah berhasil masuk babak final berkompetisi dengan Provinsi lain, akhirnya peserta kafilah asal Provinsi Sumatera Barat berhasil meraih juara I Annisamal Mulikhah nomor 331 cabang tilawatil quran dewasa putri dan Fadhlan Mubarak dengan nomor 1.38 memperoleh peringkat III.

Dewan hakim Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-25 di Pontianak telah mengumum hasil perlombaan setiap cabang pada malam penutupan di depan Taman Alun-alun Kapuas Jl Rahadi Oesman, Jumat (5/7/19) setelah Shalat Isa, sebagai juara umum DKI Jakarta, diiringi Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, urutan ke-5 Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, urutan ke-6 Aceh dan Jawa Barat, ke-7 Riau dan Sumatera Barat, ke-8 Papua Barat, Sumatera Selatan, ke-9 Jambi dan ke-10 Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung dan Kalimantan Tengah.

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin berharap usai STQ Nasional ke-25 ini menjadi momentum generasi muda muslim di Indonesia makin mencintai alqur’an. “qari dan qariah peserta STQ Nasional mesti menjadi pelopor pendidikan Alquran” disampaikanya saat menutup STQ Nasional di Taman Alun Kapuas Jalan Rahadi Usman Pontianak Jumat (5/7/2019) malam.

“Kita harap tidak ada lagi anak muslim tidak bisa membaca Alquran di Kota maupun. Bagi qari dan qariah yang telah menunjukan kemampuan, agar mengambil peran aktif mengajar alqur’an di masyarakat lingkungan tempat masing-masing” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dan Pemda Kabupaten dan Kota dapat serius memfasilitasi pemberantasan buta aksara Alquran.

“Saya harap Masjid, Musala, Surau dan tempat pendidikan agama benar-benar dapat dimanfaatkan bagi sarana pendidikan dan kajian Alquran”, harapnya.

Menteri Agama juga menegaskan pendidikan Agama mutlak harus dipertahankan dan dikembangkan.

“Kalau ada pandangan bahwa karena sebab pendidikan agama lalu generasi muda sebagian masyarakat kita cara pemahaman dan pengamalan menjadi eklusif dan fanatik sehingga menganggap kebenaran miliknya, kemudian menyalahkan orang lain tentu bukan karena salah pendidikan agama. Kita terbuka terhadap evaluasi. Mungkin saja materi atau metodologi perlu dikoreksi diperbaiki, tapi bukan dengan menghilangkan pendidikan agama,”ujarnya

Disaat yang berbeda Drs.Syaifullah, M.M Kepala Biro Bintal dan Kesra Provinsi Sumatera Barat Sebagai Ketua Kafilah menyampaikan rasa bersyukur, sebab Sumbar mampu meraih peringkat pertama dan kedua walaupun belum menjadi juara umum, “Alhamdulillah tahun ini kafilah  Sumatera Barat memperoleh peringkat pertama untuk tilawatil quran dewasa putri, dan peringkat ketiga untuk hafizh satu juz serta tilawah, namun dibandingkan dengan MTQ 2018 di Sumatera Utara dimana saat itu kafilah sumbar rengking 14, dan STQ tahun ini peringkat ke-7, dan apabila dibanding dengan STQ 2017, sekarang terjadi penurunan satu angka dari urutan ke-6 menjadi urutan ke-7” tuturnya. ketika diwawancarai di Maestro Hotel usai penutupan.

H.Maswar Kepala Bidang Penais Zawa mengapresiasi usaha maksimal yang telah dilakukan oleh tim untuk mengapai prestasi hari ini, “mudah-mudahan segala menjadi pelajaran untuk persiapan MTQ tingkat Nasional mendatang dan yang positif dipertahankan” pungkasnya. (egn)