Ritvone.com, Depok –Setelah tertunda beberapa jam dikarenakan jadwal bentrok dengan kegiatan  buka bersama keluarga besar Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Kehumasan Bidang Pengawasan Tingkat Kanwil Tahun 2019 dilaksanakan pukul 20.00 WIB.

Bertempat di Hotel Santika Depok Jawa Barat kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai tgl 13 s.d 15 Mei 2019.

Kegiatan diikuti seluruh pelaku humas Kantor Wilayah Kementerian Agama di 34 Provinsi mulai dari sabang hingga marauke seluruh Indonesia. Dari Provinsi Sumatera Barat diutus Kasubbag Inmas Eri Gusnedi dan JFU bidang Humas dan protokol Fitra Dewi.

Sebagi pemateri pertama Sekretaris Jenderal Kemenag Republik Indonesia M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan, “kegiatan ini merupakan inisiasi Inspektorat Jenderal dalam rangka merangsang para pelaku humas agar lebih produktif dan kreatif dalam hal pemberitaan.”

Nur Kholis menambahkan, pelaku Humas harus mampu membangun Image building dan energi positif lembaga Kementerian Agama agar keberadaannya lebih dirasakan ditengah masyarakat.

Dewasa ini, lanjut Nur Kholis, “keberadaan Moderisasi beragama menjadi topi menarik dan kita sebagai lembaga yang menaungi terkait keagamaan dituntut bagaimana untuk menanggapinya.”

Menurut Nur Khalis Terdapat dua hal yang harus diperhatikan pelaku kehumasan dalam memberikan tanggapan terhadap isu-isu yang berkembang sehingga menjadi informasi yang produktif. Dua hal tersebut adalah Konten (Isi) bagaimana mengemas isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat agar tetap menarik. Kedua, Casing (kemasan).” 

“Kedua hal tersebut harus bersinergi bagaimana pelaku humas mengemasnya sehingga menjadi menarik bagi masyarakat,” ujar Nur Khalis.

“Tugas kehumasanlah menciptakan bagaimana keberagaman beragama itu menjadi suatu harmonisasi yang sangat indah,” tambahnya.

“Perlu ada media yang cakupannya lebih luas,” ujar Nur Kholis lagi.

Semakin banyak ruang media sosial di isi Kementerian Agama maka semakin banyak hal yang mampu dilakukan Kementerian Agama.

Diakhir penyampaiannya Nur Kholis menekankan bahwa pelaku humas dituntut untuk menjadi orang yang selalu siap kapan saja dalam membangun paradigma kehumasan yang dinamis untuk mengisi konten konten positif dalam menghadapi konten konten negatif. 

Kegiatan Malam pertama Rapat Koordinasi Kehumasan itu ditutup dengan foto bersama. [DW]