Ritvone.com, Kutai — Polres Kutai Kartanegara (Kukar) gelar Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), hal ini ditandai Upacara dilanjutkan dengan kegiatan Kerja Bakti yang di ikuti personil Polri-TNI, Bhayangkari, Dinas PU, BNBP, Satpol PP, Linmas, Dishub, OPD jajaran, Senkom dan KPP Kukar. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kutai Kartanegara serta Siswa-siswi SMAN 1 Tenggarong, Kamis (21/02/19) pagi.

Setelah melaksanakan Upacara HPSN, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar.S.IK,.M.SI., memimpin langsung pelaksanaan kerja bakti yang telah terbagi ke tempat-tempat yang menjadi sasaran kerja bakti ini. Tidak hanya di sampah di daratan, sampah di sungaipun ikut menjadi perhatian dari Kapolres Kutai Kartanegara.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar.S.IK.,M.SI., mengatakan, kegiatan yang dilakukan anggota dalam rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekaligus mengajak anggota Kepolisian berserta istriya utuk terlibat langsung, dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan yang ada di sekitarnya.

Kegiatan ini sebagai semangat menciptakan lingkungan di Kecamatan Tenggarong yang sehat dan jauh dari penyakit akibat tumpukan sampah. Dengan menggunakan peralatan kebersihan seperti cangkul, sapu lidi, dan sekop personel Polres Kutai Kartanegara membersihkan sampah di pasar tangga arung, Jalan Danau Semayang (terminal jonggon), Jln. Jendral Sudirman (creative park), Jln. KH. Akhmad Muksin (Jembatan repo-repo).

Hal dilakukan untuk membantu dan mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan disekitar mereka, sekaligus rangkai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, yang diperingati setiap 21 Februari.

Kapolres Kutai Kartanegara AKPB Anwar Haidar menghimbau kepada seluruh sekolah yang ada di Kab. Kutai Kartanegara, pada saat ini bersama-sama sebelum melaksanakan belajar-mengajar mari untuk melaksanakan kebersihan karena merupakan wujud dari peduli terhadap linggkungan sekitar.

Dari hasil kerja bakti ini, sampah yang telah di kumpulkan dan di timbang dengan berat 680 kg dan selanjutnya akan dilakukan pemrosesan akhir sampah. Karena masalah sampah adalah bukan masalah Kutai Kartanegara, tetapi sudah menjadi masalah Nasional bahkan Dunia,” pungkasnya. (IS)