Dari seorang suami

Genap 11 tahun kita arungi kehidupan rumah tangga, penuh suka dan duka, saya bersyukur pada Allah diberikan Istri yang cantik dan shalehah, dianugerahkan 3 putra 1 putri melalui rahimmu sayang.

Betapa mulia dirimu, dengan semua tanggungjawab disekelilingimu, namun semuanya dikerjakan dengan kesabaran. Setiap hari pekerjaan harus dituntaskan, sehingga terkadang dirimu kurang istirahat, tidak salah apa yang diungkapkan dosenku dulu “beratnya beban wanita, bekerja diawali dari terbit MATAHARI sampai terbenam mata SUAMI, tidak berkesudahan” seloroh, namun itulah sebuah kenyataan yang harus dipahami sang suami.

sayang, maafkan diriku, kalau ada keegoisan selama kita bekeluarga, dan kurang memahami keinginanmu, namun saya bertekat ingin membahagiakanmu bersama anak-anak, sehingga setiap langkah yang dilangkahkan selalu dalam visi membahagiakan keluarga.

Saya bukanlah yang sempurna sebagai seorang suami, namun memiliki rasa tanggung jawab besar ingin membahagiakan keluarga dunia akhirat.

Diumur pernikahan kita yang ke-11 tahun ini, saya merasakan banyak kekurangan yang harus dibaiki ke depan, dan yang terpenting sebagai pondasi kebahagiaan rumah tangga tentunya kedekatan diri pada Allah yang harus selalu ditingkatkan.

Terimakasih sayang yang selalu sabar dan tabah mengingatkan dan memberi motivasi, agar menjadi yang lebih baik di depan Allah dan manusia.