Ritvone.com, Agam – Pengurus IMTI Jabodetabek melanjutkan silaturahmi dan sosialisasi beberapa kampus di Jabodetabek kepada santri kelas XII Aliyah, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Yati, Kamang (sabtu. 02 Februari 2019)

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dan antusias dari adik-adik kelas XII Aliyah, tak lupa kakak-kakak IMTI Jabodetabek memotifasi mereka agar melanjutkan studi ke wilayah Jakarta terkhusus UIN Syarif HIdayatullah Jakarta, ditambah lagi belum adanya alumi MTI Yati yang melanjutkan studi disana, besar harapan kami adik-adik sekarang yang akan membuka gerbang untuk angkatan selanjutnya agar dapat melanjutkan studi kesana.

Sambutan yang hangat dan penuh apresiasi pun diungkapkan oleh pimpinan MTI Yati Ummi Hj. Nurza Mahmud alumni 1951 MTI Yati yang lahir tahun 1933, seorang perempuan yang dikenal disiplin dan berpandangan jauh kedepan untuk kemajuan MTI Yati. Beliau mulai memimpin MTI Yati dari tahun 1992 disaat Buya Mansur Dt. Nagari Basa (pendiri MTI Yati) masih hidup.

MTI Yati didirikan oleh Buya Mansur Dt. Nagari Basa (1908-1997) seorang ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang terkenal memiliki pengetahuan agama yang luas, khadim ilmu dan seorang mursyid tarekat Naqsyabandi. Mengaji kepada Maulana Syekh DJamil Jaho (Iyiak Jaho) setamat dari MTI Jaho beliau menunaikan ibadah haji dan menetap di Mekkah selama 1 tahun untuk memperdalam keilmuan. Sepulang dari Mekkah beliau menetap di kampung halaman sambil mulai mengajar di surau, yang akhirnya dikembangkan menjadi sekolah MTI Yati pada tahun 1930. Satu hal yang menarik, Buya Mansur mendirikan sekolah di umur yang masih sangat muda yaitu 22 tahun, tak lain karena telah mendapat pengakuan dari ulama Minangkabau waktu itu seperti Syekh Sulaiman Arrasuli (Inyiak Canduang), Syekh Djamil Jaho (Inyiak Jaho) dan ulama besar lainnya. Buya Mansur adalah ulama yang produktif menulis sehingga beliau banyak meninggalkan karya tulis seperti kitab bidayatul ushul, dan juga memiliki gagasan brilliant diantaranya penggagas berdirinya IAIN Imam Bonjol Padang, penggagas Mahkamah Syar’iyah wilayah Sumatera Tengah, pendiri MTI Yati dan lainnya.

Menutup perbincangan dengan Ummi beliau sangat mengapresiasi dan mendoakan IMTI kedepan bisa menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggota internal dan terlebih bagi Madrsah Tarbiyah Islamiyah yang ada.
Setelah itu kami berziarah ke makam Buya Mansur Dt. Nagari Basa yang wafat pada 25 Maret 1997.
له الفاتحة
اللهم اغفر له وارحمه وزد إحسانه واجعل الجنة مثواه