Banto Rayo Tempat Wisata Indah Menawan

Ritvone. com, AGAM – Keluarga besar Eri Gusnedi, M. A Owner ritvone. com, bawa keluarga berlibur ke Banto Rayo tempat wisata alam di Koto Tangah, kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (29/12/18).

Kawasan pebukitan batu kapur dan rawa di wilayah Jorong Kaluang Tapi, disulap menjadi kawasan wisata nan memukau.

Dilansir dari wartaandalas. com, Menurut Bakhrizon Daud, pengelola kawasan wisata bukik kepada news.co.id, “objek wisata yang baru dibangun ini merupakan inovasi tersendiri dalam upaya mendorong pengembangan potensi alam di Koto Tangah”

Dijelaskan, objek wisata itu diberi nama Banto Royo sesuai dengan nama kawasan itu. Kawasan wisata seluas 6,2 hektar itu tidak jauh dari Telaga Tirta Sari di jorong Sonsang.

Objek wisata Banto Royo berupa kawasan hutan rawa yang diberi jembatan bambu yang terbentang diatasnya. Para pengunjung bisa bersantai di saung-saung yang didirikan di permukaan rawa, menikmati pemandangan alam dari atas menara, didukung sarana wisata seperti flyingfox, perahu kano, serta memiliki kawasan bermain untuk anak-anak.

Tidak hanya itu, untuk wisatawan yang suka mengabadikan moment liburan mereka, pihak pengelola juga menyediakan beberapa lokasi untuk spot foto yang indah dan menawan.

“kami membawa keluarga ke sini, karena merasa penasaran dengan Banto Rayo yang banyak diposting masyarakat, yang telah kembali dari sana di media sosial, suasana yang indah dan menawan” ungkap Eri kepada ritvone.com.

Salah seorang pengunjung ketika diwawancarai ritvone yang tidak mau ditulis namanya mengungkapkan, “kami kira di sini wisatanya ekonomis, ternyata mahal juga untuk ukuran warga perekonomian menengah ke bawah” ujarnya, “apa lagi kami datang ke sini lumayan banyak, tadi terlebih dahulu kami membeli karcis Rp. 20.000,- per kepala, yaa lumayan juga gocek yang harus dikeluarkan, karena kami banyak, diminta korting, kata petugas, ya..ini sudah dikorting ni buk, anak-anak kan ndak bayar” ujarnya menirukan ungkap petugas gerbang, ee.. ternyata setelah sampai di dalam, kami harus bayar lagi untuk permainan anak-anak Rp. 25.000,- perkepala tambah Rp. 5.000,- per orang dewasa yang mendampingi masuk” ungkapnya agak memelas.

Dia mengungkapan harapannya, “agar pengelola mempertimbangkan masalah biaya ini, agar terjangkau juga oleh masyarakan menengah ke bawah” sambil tersenyum dia pamit karena anak-anak sudah menunggu.

*an/nh*