Oleh : AKMAL HADI,S.HI (Pimpinan Pondok Pesantren Ashhabul Yamin Kab. Agam)

Ketika Pomeo “ tidak ada teman abadi dan tidak ada musuh abadi dalam perpolitikan”, malam ini tegas dikatakan, bahwa dua-duanya tidak benar dan tidak mesti ada…karena dua kata yang berhubungan dengan perpolitikan ;

“Teman” dan “Musuh” tidak perlu dipermasalahkan, apa sebab, karena yang diharapkan itu adalah “teman” dan bukan “musuh”.

Jika dua frasa kata ini tetap dikemukakan, maka jelas ini akan mengundang idiom bahasa lain sehingga yang tidak ada mulai di “adakan” dan yang sudah ada, juga bisa “ditiadakan”, makanya hal ini jangan diletakkan di shaf terdepan dalam ranah per-politik-an kita, sama halnya bahwa yang ada itu “bersanding“ dan bukan “ bertanding” , dan yang ada itu “ nikah “ bukan merencanakan untuk “Perceraian”, sekalipun dua kata itu pernah ada dan bisa diadakan, tapi naudzubillah.

Sebagai konsep pe-nyadar-an, bahwa akronim “teman” memang “lawan”, tapi tidak sepenuhnya demikian, bahwa yang bukan teman dan bukan sahabat kita adalah “musuh” kita, ternyata tidak sama sekali, kalau yang satu teman, yang lainnya adalah “bukan teman” tapi bukan musuh, jika yang lainnya menyebut, bahwa dia adalah sahabat saya, bukan berarti yang tidak bersahabat adalah “musuh” saya.
Jadi untuk kata “musuh” mohon kita enyah-kan dulu, dan tidak perlu disebut secara berulang-ulang, apalagi kalau hal ini dibiasakan menjadi konsumsi “empuk” dalam diskusi / celoteh lapau, maupun debat kusir yang tak berkesudahan.

Illustrasi ringan, jika si Hamid adalah salah satu kandidat ketua RT.00, sementara kandidat lainnya pada RT yang sama semisal Toni dan Joko (maaf jangan disambung), maka dalam debat kusir dan celoteh lapau akan lahir ungkapan bahwa si-Hamid adalah lawan dan musuh dari si Toni dan si Joko, begitu juga si-Joko, bahwa Si Toni beserta si Hamid jelas musuh dari si Joko, ini tidak benar, dan tidak bisa dibenarkan.

Bahwa yang benar itu adalah, si Hamid, si Joko, dan si Tono adalah bersanding secara bersama-sama untuk menjadi ketua RT.00, siapa peroleh suara terbanyak berdasarkan hasil keputusan rapat komisioner pelaksana pemilu raya tingkat RT, bahwa itulah yang kelak memimpin RT.00 untuk periode berikutnya, maka tidak ada sebutan bahwa yang tidak peroleh suara terbanyak adalah musuh dari peserta perolehan suara terbanyak.

Kalau cara dan konsep ini diletakkan di shaf depan, maka pendukung suara yang sedikit akan tetap menganggap peserta perolehan suara yang banyak adalah musuh kita yang akan memimpin RT.00, ending kepemimpinan si peroleh suara terbanyak adalah akan berhadapan dengan kelompok-kelompok oposisi bayangan yang akan menghantui kinerja pemimpin RT.00 dan kabinet RT-nya.

Efek jelek dari sering mengemukakan pameo usang / kadaluarsa tersebut ; “ tidak ada teman abadi dan tidak ada musuh abadi dalam perpolitikan”, maka keniscayaan game over untuk kinerja kepemimpinan adalah sebuah taruhan yang karena terpaksa harus dilawan dengan sekuat tenaga dan kemampuan, kapan pengayoman dan pelayanan masyarakat akan terlaksana [?].

Yang paling keji dan ber-aib-nya sepanjang masa itu adalah jika salah paham dalam menarik kesimpulan akan ber-efek tehadap kehancuran, minus cross chek, tidak ada menggunakan “balanced”, maka tak diragukan sebuah tatanan akan musnah, praktek saling bermusuhan akan tumbuh dan subur.

Sebagai barometer dalam hal yang diprediksi akan terjadi, yang mulia itu adalah mendahulukan seruan Allaah dalam QS ; 49 ; 6, yang artinya ;

“ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Menutup tulisan ini, Angku Yus Dt. Perpatih pernah mengatakan dalam suatu kali pada acara ceramah adat-nya :

“ Patah Silaro Junjung Sirieh”
“ Urek Manjelo Ka Halaman”
“ Spatah Kaji Basilisieh”
“ Usah Surau Yang Ditinggakan”.

Salam Ta’zhiim untuk kita semua, moga bermanfaat dan tidak ada tempat Parasit dalam Praktek Perpolitikan Kita, Insyaa Allaah. [AH]

Lasi , 09-12-2018.

#calegDPRDAgamnomorurut6
#Basaomambangunnagari