Oleh : Prof. Mukhtar Latif
Ket. Bid. Pendidikan PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Sejak kelahirannya, organisasi Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah Perti) 1928, telah memiliki khitah (tonggak) monumental sebagai basis persemaian umat dan bangsa, sehingga atas khitah itu Tarbiyah Perti tidak pernah melukai umat dan bangsa, baik di masa heroik perjuangan kemerdekaan maupun masa perjuangan dan pengabdian patriotik mengisi kemerdekaan Indonesia.

Sejak kelahirannya Tarbiyah Perti beri’tiqad kepada ahlusunnah waljama’ah Asy’ariyah, i’tiqad Imam Syafi’i. Suatu i’tiqad yang relatif lebih inklusif dalam menjalankan kaidah-kaidah dan norma beragama, dalam perspektif ke Indonesiaan. Namun dalam konteks hari ini, di era revolusi 4.0, dengan dukungan teknologi infornasi tingkat tinggi i’tiqad Imam Syafi’i ini relatif mendapat hujan tantangan dan bahkan hujatan dari para pihak, utamanya kelompok yang anti terhadap hal-hal yang beraroma bid’ah. Bahkan tidak sedikit yang berani secara lantang mengatakan faham ini “sesat”, karena banyaknya lekatan bid’ah yang terintegrasi dalam penghayatan dan pemahamalan ibadah maupun muamalah i’tiqad Syafi’i As’ariyah.

Dalam momentum raker Tarbiyah Perti di Lampung 27-29 Juli 2018, adalah monentum yang sangat tepat, kita meramu dan membingkai kembali komitmen Tarbiyah Perti sesuai dengan khitah kelahirannya dengan merumuskan sebuah buku akademis yang harus menjadi pegang pakai semua konunitas Tarbiyah di seluruh jenjang di wilayah Indonesia.

Buku tersebut harus adalah sebuah guiden bagi tiap anggota dan pengurus, dengan nama “KHITAH PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH” setidaknya meliputi 11 PILAR: KARAKTER, I’TIQAD, PENDIDIKAN, DAKWAH, KESEJAHTERAAN SOSIAL, TARIQAH, STRUKTUR, IDENTITAS, KEMANDIRIAN ORGANISASI DAN POLITIK TARBIYAH PERTI, TARBIYAH PERTI ADALAH ISLAM RAHMATAN LIL’ALAMIN.

Kesebelas pilar ini penting dikedepankan, karena telah mulai terasa pudarnya ruh persatuan Tarbiyah Islamiyah dikalangan anggota dan pengurus, terlebih dalam tubuh Tarbiyah Perti telah menyatu menjadi satu dari dua badan yang selama ini terpisah oleh kobdisi dan waktu, yang telah menyita sejarah yang panjang. Sehingga keduanya bagai dua saudara yang sebiduk tidak selantai, berjalan tidak seiring, sehingga kita amat banyak kehilangan energi yang seharusnya menjadi power salam membangun umat dan bangsa.

Semoga RakernasTarbiyah L2018 Lampung mampu mengembalikan Tarbiyah Perti pada khitahnya dengan 11 pilar emas, yang syarat dengan nuansa cinta umat dan cinta bangsa, sehingga dengan demikian Tarbiyah Perti adalah bagian integral yang layak dihitung dan masuk dalam sistem elite kekuasan yang adil untuk membangun masyarakat Indonesia yang berkemanusiaan dan berkeadaban
Wallahu’alam.