Jepara-RITVone – Utusan dari Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung  6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, siap memperjuangkan nama baik MTI Candung ditingkat Nasional  MQK ke-VI digelar di Pondok Pesantren Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara ini berlangsung sejak 29 November-7 Desember 2017.

“kami santri utusan MTI candung 6 laki-laki dan 4 perempuan sedang berjuang semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama baik MTI Candung dikancah Nasional, usaha dan Do’a tetap kami lakukan” tutur Nur Izzatul Ilma ketika dihubungi tim RITVone Minggu (03/11/2017), disela-sela persiapan lomba hari ini.

“Kami juga berharap do’a dari keluarga besar MTI Candung, sehingga perjuangan kami bias membuahkan hasil yang gemilang” imbuh Nur Izzatul Ilma anak dari Pasangan Erizal dan Alfaneti warga Candung Kab. Agam, Sumatera Barat

Utusan MTI candung berkompetisi dengan  kafilah-kafilah yang menjadi wakil dari provinsi se-Indonesia, “Sebanyak 34 kafilah menjadi wakil dari provinsi se-Indonesia, ditambah 1 yang nerupakan kafilah dari Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin sebagai tuan rumah,” tutur Farhani, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut seusai pembukaan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) bahwa MQK adalah olimpiadenya pondok pesantren. Kegiatan tiga tahunan ini menjadi ajang silaturahmi, lomba, dan kajian kitab kuning bagi kalangan santri.

“Musabaqoh Qiroatil Kutub ini benar-benar olimpiade-nya pondok pesantren,” ujar Lukman Hakim seusai membuka MQK ke-VI di Pondok Pesantren Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Jumat (01/12/2017).

Menurutnya, MQK bukan hanya ajang silaturahmi dan lomba, melainkan mengenalkan pola pendidikan pondok pesantren kepada publik nasional dan internasional dalam hal ini melalui kitab kuning.

“Kitab kuning atau yang dikenal dengan kitab gundul karena tidak ada harakatnya di sini bukan hanya sekedar dibaca secara teks tetapi konteks, memahami, dikaji, didebatkan isinya dan dilombakan,” lanjutnya.