RITVonline –  Masih dalam suasana  bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, berbagai kegiatan dibuat olah Keluaraga besar MTsN 4 Kota Padang dalam memeriahkannya, mulai dari peringatan detik detik proklamasi dan upacara sang saka merah putih serta aneka perlombaan yang diselenggarakan untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia dihalaman Madarsah tersebut.,Rabu 23/08.

Pantauan Humas Madrasah memaparkan bahwa Pada 17 Agustus ,selain dilingkungan Madrasah sebagian besar rakyat Indonesia di berbagai daerah selalu membuat lomba tujuh belasan yang melibatkan semua kalangan dan elemen masyarakat termasuk mulai dari para ibu-ibu hingga balita, tak ayal gelak tawa selalu menghiasi acara lomba 17 agustusan. dan entah sejak kapan lomba 17-an ini pertama kali dilakukan di Indonesia namun masyarakat melakukan berbagai kegiatan tujuh belasan dengan tujuan unyuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang membela Indonesia dengan keringat dengan penuh darah pengabisan.

Kepala MTsN 4 Kota Padang Firdaus Saat ditemui disela kegiatanya menuturkan bahwa kegitan ini dilaksanakan pertama kali diikuti dimadrasah ini karena baru dilantik beberapa hari yang lalu , dan kali ini pada bulan ini bertepatan dalam rangka ikut serta memeriahkan HUT RI ke -72 di Madrasah, Alhamdulillah kita laksanakan berupa kegiatan perlombaan-perlombaan yang diataranya, lomba membaca teks pancasila, kemudian balap makan kerupuk, Lomba balap karung dan banyak lagi yang lainnya diikuti semua pelajar termasuk Dewan Guru dan Pegawai mengikuti dengan penuh antusias dan keceriaan seperti semangat empa lima .” Ucapnya dengan singkat.

Lain halnya , Kepala TU Tan Gusli menuturkan ucapkan terimakasih atas partisipasi siswa/i Madrasah Negeri 4 Kota Padang  serta dewan guru dan pegawai dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 72 dilingkungan Madrasah, ia berpesan agar semangat para pejuang dan jiwa patriotisme dapat mengakar dalam hati dan merasuk dalam jiwa sanubari juga dapat di aplikasikan dalam kehidupan sebagai pendidik serta peserta didik didalam kehidupan keseharian seperti bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sekarang tinggal bagaimana para anak anak muda sebagaipenerus bangsa berkreasi dalam membangun bangsa dan negeri. “Sekelam Apapun masa lalumu, masa depan mu masih suci,” cetusnya mengakhiri dengan sebuah kata motivasi.(Haris Tj/TanGusli)