Disampaikan oleh:
Ustadz Eri Gusnedi, M.A
 س: كَيْفَ الاِعْتِقَادُ بعلم الله تَعَالَى؟
ج: هُوَ أَنْ نَعْتَقِدَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى موصوف بالعلم وأنه بكل شيء عليم: يعلم الأشياء كلّها ظاهرها وباطنها, ويعلم عدد حبّلت الرمل وعدد قطرات الـمطر و أوراق الشجرو ويعلم السرّ وأخفى. لا تخفى عليه خافية, وعلمه ليس بمكتسب, بل يعلم الأشياء في الأزل قبل وجودها.
Soal       Bagaimana   cara   meyakini   bahwa   Allah   itu   bersifat   ‘Ilm   (Maha Berpengetahuan) ?
Jawab   Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu memiliki sifat Maha Berpengetahuan  dan  Dia  Maha  Mengetahui  segala  sesuatu. Mengetahui segala hal, baik yang tampak maupun yg tidak. Dia mengetahui jumlah pasir, titik air hujan maupun daun pepohonan. Dia Mengetahui hal yg rahasia maupun yg jelas. Tidak adayg bisa bersembunyi dari Nya. Dan hendaklah kita meyakini bahwasanya pengetahuan Allah itu tidak membutuhkan usaha meraihnya, namun pengetahuan Allah akan segala sesuatu itu telah ada sejak zaman azali sebelum sesuatu itu ada
Al-Baqarah 231
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“…Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Al-Hujurat 18
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
س: كَيْفَ الاِعْتِقَادُ بإرادة الله تَعَالَى؟
ج: هُوَ أَنْ نَعْتَقِدَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى موصوف بالإرادة وأنه مريد لايقع شيء إلا بإرادته: فأيّ شيء أراده كان, وأيّ شيء لم يريده فإنه لايمكن أَنْ يَكُوْنَ.
Soal       Bagaimana  cara  meyakini  bahwa  Allah     itu  Maha  Berkehendak (Iradah)?
Jawab  Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat Iradah (Maha Berkehendak)  dan  Dia  lah  segala  tujuan,  tidak  ada  sesuatupun  yg dapat terjadi tanpa kehendak Nya. Maka apa saja yang Dia kehendaki maka akan terjadi dan apapun yg tiada dikehendakiNya, maka tidak mungkin akan ada atau terjadi.
س: كَيْفَ الاِعْتِقَادُ بسمع الله تَعَالَى؟
ج: هُوَ أَنْ نَعْتَقِدَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى موصوف بالسمع وأنه يسمع كلّ شيء سرّا كان أو جهرا, لكنّ سمعه سبحانه وتعالى ليس كسمعنا فإنّ سمعنا بواسطة الأذن, وسمعه سبحانه ليس بواسطة شيء.
Soal       Bagaimana cara meyakini bahwa Allah  itu Maha Mendengar (Sama’)?
Jawab    Hendaklah   kita   meyakini   bahwasanya   Allah   itu   bersifat   Maha
Mendengar dan sesungguhnya Allah mendengar segala sesuatu baik nampak atau pun yg tersembunyi. Namun, pendengaran Allah Subhanaahu Wata’ala tidak seperti pendengaran kita , karena pendengaran kita sebagai makhluk memerlukan alat perantara berupa telinga sedangkan pendengaran Allah tanpa memerlukan perantara apapun.
Al-Maidah 76
قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”